klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lindungi Anak dari Dampak Negatif Dunia Digital, Kapolres Bojonegoro Tekankan Peran Orang Tua

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Bojonegoro, menyampaikan sambutan dalam silaturahmi yang digelar MUI Bojonegoro (Afifullah/Klikjatim.com)
Kapolres Bojonegoro, menyampaikan sambutan dalam silaturahmi yang digelar MUI Bojonegoro (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, untuk mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, khususnya dalam penggunaan gadget dan media sosial di era digital.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Aula Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Jalan Trunojoyo, Selasa (14/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh nuansa silaturahmi, dihadiri tokoh agama serta jajaran pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda, Kepala Kemenag Bojonegoro Amanullah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kusnandaka Tjatur Prasetijo, Ketua FKUB Hanafi, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muh Abdullah Hafith.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin. Ia menegaskan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara ulama, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kami juga memohon maaf apabila dalam pelayanan kepolisian masih terdapat kekurangan. Silakan sampaikan saran, masukan, maupun kritik yang membangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Afrian Satya Permadi menyoroti tantangan baru dalam menjaga keamanan, yakni di ruang digital. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi aktivitas anak di dunia maya guna mencegah dampak negatif.

“Keamanan tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital. Orang tua harus hadir, memberikan pendampingan, serta membatasi penggunaan smartphone pada anak,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang tepat, anak-anak berisiko terpapar konten negatif hingga potensi kejahatan siber. Oleh karena itu, keluarga menjadi benteng utama dalam membangun kesadaran dan kedisiplinan digital sejak dini.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, baik di kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

“Sinergi antara orang tua, tokoh agama, dan pemerintah sangat penting agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan terlindungi,” pungkasnya.

Editor :