klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Terduga Pemalsuan SK CPNS di Gresik Mengaku Jadi Korban, Siap Bongkar Jaringan

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
AG (kiri) saat terjaring razia ASN yang dipimpin Kasatpol PP Gresik AH Sinaga di kantin MPP Gresik
AG (kiri) saat terjaring razia ASN yang dipimpin Kasatpol PP Gresik AH Sinaga di kantin MPP Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik – AG, aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, mengaku dirinya juga menjadi korban dalam kasus dugaan pemalsuan surat keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menghebohkan lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam sepekan terakhir.

Pengakuan tersebut disampaikan saat AG terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik yang menyasar ASN yang berada di luar kantor pada jam kerja, Selasa (14/4) pagi. Saat itu, AG diketahui tengah berada di kantin Mal Pelayanan Publik (MPP) Gresik.

AG yang kini berstatus terduga dalam kasus tersebut menyatakan tidak mengetahui bahwa dokumen yang diterimanya merupakan SK palsu. Ia mengaku turut tertipu oleh pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik praktik penipuan tersebut.

“Saya juga korban. Saya tidak tahu kalau itu palsu. Saya ditipu oleh orang yang menjanjikan bisa membantu proses CPNS,” ujarnya.

Ia menegaskan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara terang-benderang. Bahkan, AG mengaku akan membuka pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan dan pemalsuan dokumen tersebut.

“Nanti saya bongkar semua siapa saja yang terlibat dalam mafia penipuan dan pemalsuan SK CPNS kalau saya jadi diperiksa oleh Satreskrim Polres Gresik,” kata AG.

Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, AH Sinaga, mengatakan razia tersebut merupakan bagian dari penegakan disiplin pegawai di lingkungan Pemkab Gresik.

“Fokus kami pada pelanggaran disiplin ASN yang keluyuran dan ngopi saat jam kerja,” ujarnya.

Terkait kasus dugaan pemalsuan SK CPNS, pihaknya menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada instansi berwenang.

“Untuk kasus pemalsuan SK CPNS, kami serahkan ke Inspektorat dan BKPSDM Gresik. Apalagi saat ini kasusnya sudah resmi dilaporkan ke Polres Gresik, biar polisi yang mengusutnya,” kata AH Sinaga.

Kasus dugaan pemalsuan SK CPNS ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah dokumen yang beredar diduga tidak sah. Pemerintah Kabupaten Gresik sebelumnya juga telah menegaskan bahwa tidak ada rekrutmen CPNS pada tahun 2026 serta mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan penerimaan ASN.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat kepolisian masih mendalami pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. 
 
 

Editor :