klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ribuan Hektare Sawah di Bojonegoro Terancam Kekeringan, 92 Desa Masuk Peta Rawan

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Salah satu lahan sawah di Bojonegoro (Afifullah/klikjatim.com)
Salah satu lahan sawah di Bojonegoro (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Ancaman kekeringan mulai membayangi sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Ribuan hektare lahan sawah diprediksi terdampak apabila musim kemarau tahun ini berlangsung sesuai prakiraan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mencatat, sekitar 8.843 hektare sawah berpotensi mengalami kekeringan pada 2026. Prediksi tersebut mengacu pada data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil pemetaan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mengidentifikasi potensi dampak terhadap produksi padi.

“Ada 8.843 hektare yang disinyalir terdampak kekeringan 2026, apabila kondisi musim kemarau sesuai prakiraan BPBD,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan, potensi kekeringan tersebar di 92 desa yang berada di 15 kecamatan. Rinciannya meliputi masing-masing satu desa di Kecamatan Kapas dan Balen, dua desa di Kecamatan Gayam, tiga desa di Kecamatan Malo dan Kasiman, serta empat desa di Kecamatan Padangan, Kanor, dan Kedewan.

Selain itu, terdapat lima desa di Kecamatan Ngambon, enam desa di Kecamatan Kepohbaru dan Margomulyo, sebelas desa di Kecamatan Purwosari, 13 desa di Kecamatan Baureno, 17 desa di Kecamatan Sugihwaras, serta 12 desa di Kecamatan Kedungadem.

Zainal menjelaskan, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut masih mengandalkan sistem tadah hujan. Sementara sebagian lainnya mendapatkan suplai air dari irigasi Bengawan Solo maupun sumur bor.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui DKPP menggandeng Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

“Upaya yang dilakukan di antaranya pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta bangunan konservasi di 128 titik,” jelasnya.

Editor :