KLIKJATIM.Com | Jember – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Jember sejak Kamis (9/4/2026) siang memicu gangguan kelistrikan serius di dua kecamatan, yakni Arjasa dan Sumbersari.
Akibat kerusakan infrastruktur listrik, ratusan warga di Kelurahan Antirogo dan sebagian Desa Biting terpaksa mengalami pemadaman listrik selama kurang lebih 13 jam.
Gangguan bermula sekitar pukul 13.40 WIB saat sejumlah pohon tumbang menimpa jaringan kabel dan merobohkan tiang listrik di lokasi kejadian. Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jember Kota, Jermia Deviadri Raharjo, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi pada dua tiang jaringan tegangan menengah.
“Gangguan dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon roboh hingga merusak jaringan. Ada dua tiang yang mengalami kerusakan. Dampaknya sekitar 130 pelanggan mengalami pemadaman listrik,” ujar Jermia saat dikonfirmasi pada Jumat (10/4/2026) pagi.
Petugas PLN segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan perbaikan intensif, termasuk penggantian tiang yang patah dan pemulihan jaringan yang tertimpa pohon. Proses penormalan berlangsung cukup lama hingga dini hari tadi karena besarnya skala kerusakan.
"Aliran listrik di wilayah terdampak baru dapat dinormalkan secara bertahap sekitar pukul 03.20 WIB," ucap Jermia.
Secara terpisah, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono menjelaskan bahwa dampak angin kencang di wilayahnya cukup merata, terutama di sepanjang Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan. Sedikitnya 11 pohon dilaporkan tumbang, di mana beberapa di antaranya memiliki diameter besar yang sempat memutus akses jalan warga.
“Ada beberapa titik pohon besar yang tumbang dan sempat menutup jalan. Selain itu, juga ada rumah warga yang terdampak,” jelas Teguh.
Berdasarkan data terkini, bencana ini mengakibatkan delapan rumah warga mengalami kerusakan ringan, satu musala rusak berat, dan satu musala lainnya rusak ringan. Selain dua tiang listrik yang roboh dan patah, tercatat ada dua tiang listrik lainnya dalam kondisi miring yang sempat membahayakan warga sekitar.
Meskipun kerusakan materiil cukup banyak, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, upaya pembersihan material pohon dan sisa reruntuhan masih dilakukan secara gotong royong oleh aparat, relawan, dan warga setempat guna memastikan akses jalan kembali aman sepenuhnya.
Editor : Fatih