KLIKJATIM.Com | Gresik - Kendati pelayaran penumpang Gresik-Bawean ditutup, namun Pemerintah Kabupaten Gresik memberi toleransi. Salahsatunya angkutan kapal harus menerapkan protokol ketat pencegahan Covid-19 serta kapasitas penumpang maskimal 50 persen.
[irp]
Wakil Bupati Gresik Moch Qosim mengaku, Pemkab Gresik melihat kebutuhan mendesak warga yang berlayar. Sebab, ketika tidak diizinkan pulang kampung warga Bawean menggelar aksi unjuk rasa di area pelabuhan, sementara saat diberikan izin pihak masyarakat yang ada di Desa Bawean protes kepada Pemkab.
"Kami tidak bisa melarang orang yang hendak mudik. Sebab kepulangan mereka bisa jadi ada keperluan yang mendesak. Dishub Gresik memperbolehkan asalkan kapasitas hanya 50 persen dari total kapasitas muatan dan untuk kepentingan mendesak," kata Wakil Bupati Gresik, Moch Qosim.
Calon kuat Bupati Gresik 2020-2025 ini menjelaskan, kriteria mendesak di antaranya merawat orang tua yang sedang sakit atau tidak ada lagi pekerjaan di perantauan. Serta siswa pondok pesantren.
Menurutnya, ada beberapa rekomenndasi yang harus didapatkan oleh warga yang akan berlayar ke Bawean. Seperti, surat keterangan sehat dari Dinkes Gresik, rekomendasi dari kampung halaman apabila yang bersangkutan boleh pulang serta pernyataan kesanggupan untuk melakukan isolasi secara mendiri.
“Dipastikan orang yang ingin kembali betul-betul sehat. Ada pernyataan di daerah asal kalau dirinya diperbolehkan pulang, lalu yang bersangkutan mau diisolasi secara mandiri selama 14 hari,” tuturnya.+
[irp]
Sementara Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Gresik, Capt Masri T Randa Bunga menegaskan tidak boleh ada pemudik yang menumpang kapal barang ke Pulau Bawean. “Kalau kami tegas, tidak boleh ada pemudik, sejak ada larangan mudik ini kami juga tidak jual tiket,” tegasnya.
Menurutnya, yang boleh penumpang kapal hanya petugas, ASN dan tenaga medis. Itupun harus ada surat surat sehat. “Kedepan kami akan rapatkan terkait hal ini, semua akan kami undang,” tuturnya.
Sementara itu, pantauan dilapangan pada Senin (11/5) siang, ada sebanyak 95 penumpang kapal Gili Iyang dengan rute perjalanan Gresik – Bawean. Sebelum masuk ke kapal, para penumpang diperiksa kelengkapan. Seperti membawa surat sehat bebas dari virus corona dan surat penting lainnya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar