klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Api Misterius Diduga Muncul dari Lantai, Rumah Warga Jenggawah Jember Lima Kali Terbakar

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Petugas pemadam kebakaran mengecek rumah warga yang muncul api secara misterius (Dok)
Petugas pemadam kebakaran mengecek rumah warga yang muncul api secara misterius (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jember – Peristiwa kebakaran yang diduga dipicu kemunculan api secara misterius menggegerkan warga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026) pagi.

Satu unit rumah milik warga bernama Misiana kembali dilaporkan terbakar. Insiden ini merupakan kejadian kelima dengan pola serupa yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya.

Berdasarkan laporan petugas Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember Posko Ambulu, kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Fitriyah pada pukul 09.08 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam dari Pos Ambulu A dengan empat personel langsung diberangkatkan pukul 09.10 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemetaan serta penanganan.

Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.

Proses pemadaman melibatkan Damkar Pos Ambulu A, Polsek Jenggawah, serta warga setempat yang lebih dahulu berupaya mengendalikan api sebelum petugas tiba.

Petugas Damkarmat Regu A Posko Ambulu, Affan Nasir, mengungkapkan bahwa kebakaran kali ini memiliki pola yang sama dengan kejadian sebelumnya.

“Menurut keterangan pemilik rumah, api diduga muncul dari sela-sela keramik. Ini sudah kejadian kelima, dengan waktu kejadian yang hampir sama, antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebakaran sebelumnya terjadi di beberapa titik berbeda di dalam rumah, mulai dari kasur di bagian belakang hingga ruang tamu. Pada insiden terbaru, api muncul dan membakar kursi di ruang tamu, sehingga memicu kepanikan warga.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Namun, terdapat dugaan awal terkait kemungkinan adanya gas yang terperangkap di bawah lantai rumah.

“Ada kemungkinan gas, seperti biogas, terjebak di bawah tanah. Apalagi septic tank sebelumnya dipindah dan tidak memiliki ventilasi. Akumulasi gas bisa berbahaya jika ada pemicu, meskipun sumber penyalaan belum ditemukan,” jelasnya.

Selain faktor teknis, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor eksternal, termasuk dugaan unsur kesengajaan. Untuk itu, pemilik rumah disarankan memasang kamera pengawas.

“Kami sarankan memasang CCTV secara tersembunyi untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti tindakan pembakaran oleh pihak tertentu,” tambahnya.

Dari keterangan keluarga, rumah tersebut dihuni oleh empat perempuan. Bahkan, sejak kebakaran keempat, mereka sempat tidur di teras selama sepekan untuk menghindari risiko.

Namun setelah kembali menempati rumah, kejadian serupa kembali terulang dengan skala lebih besar. Pihak keluarga pun kini mempertimbangkan untuk sementara waktu meninggalkan rumah demi keselamatan.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar. Salah satu warga, Eko Irawan (27), mengaku khawatir dengan kejadian berulang tersebut.

“Kami prihatin. Sudah lima kali terjadi, tapi penyebabnya belum jelas. Warga jadi was-was kalau api muncul lagi dan semakin besar,” ungkapnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak Damkar berharap ada perhatian dari pemerintah desa dan instansi terkait, baik untuk penanganan teknis rumah maupun pendampingan bagi keluarga korban.

“Pendampingan juga penting, mengingat kondisi psikologis keluarga yang terdampak akibat kejadian berulang ini,” pungkas Affan.

Editor :