klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mudik Ramah Lingkungan Jadi Tren: Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali pada H+2 Lebaran

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kedua dari kanan) saat menyapa pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area KM 519B, Sragen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kedua dari kanan) saat menyapa pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area KM 519B, Sragen.

KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT PLN (Persero) mencatat lonjakan drastis pada penggunaan Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) selama masa mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Rekor transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah tercipta pada Senin (23/3) atau H+2 Lebaran, di mana jumlah transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencapai 18.088 kali.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 4.360 transaksi. Sejalan dengan itu, konsumsi energi listrik juga melonjak menjadi 427.980 kilowatt hour (kWh) dari sebelumnya 103.010 kWh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam kunjungannya ke SPKLU Rest Area KM 519B Sragen, Kamis (26/3), menilai capaian ini sebagai bukti nyata perkembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

"Dibandingkan dengan tahun kemarin, memang belum semasif sekarang. Ini terjadi karena memang industri mobil listrik ini belum sebaik sekarang. Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya tidak kita bangun," ujar Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa tingginya angka transaksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur yang disediakan PLN, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah menyiagakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata jarak antar SPKLU kini terkoneksi setiap 22 kilometer. Khusus di jalur mudik utama (Trans Sumatra, Jawa, dan Bali), tersedia 1.681 unit SPKLU, meningkat 70 persen dibanding tahun lalu.

Untuk menjamin kenyamanan pemudik, PLN melakukan sejumlah inovasi:

  • Modernisasi Teknologi: Peningkatan status SPKLU dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging di titik-titik padat.
  • SPKLU Mobile: Menyiagakan 15 unit pengisian daya darurat di exit tol strategis.
  • Layanan Digital: Penguatan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile.

"Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong kepercayaan masyarakat untuk mudik menggunakan kendaraan listrik," kata Darmawan.

Para pengguna EV kini semakin dimanjakan dengan fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile yang membantu merencanakan rute perjalanan berdasarkan lokasi SPKLU. Selain itu, fitur AntreEV memungkinkan pemudik memantau antrean secara real-time.

Inovasi terbaru juga diperkenalkan melalui EV-TAP, sistem pembayaran berbasis kartu elektronik di jalur Trans Jawa yang membuat proses pengisian daya menjadi lebih praktis dan cepat bagi para pemudik.

Peningkatan infrastruktur dan layanan digital ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) serta memberikan solusi energi masa depan bagi masyarakat Indonesia.

Editor :