KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Kemeriahan suasana Idulfitri di Kabupaten Bangkalan, Madura, mencapai puncaknya pada perayaan Lebaran Ketupat. Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Alun-Alun Bangkalan untuk mendatangi Pasar Tellasen Topak, sebuah pasar tumpah unik yang hanya beroperasi satu kali dalam setahun, Sabtu (28/03/2026).
Pasar musiman ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Madura yang menandai berakhirnya puasa syawal atau tujuh hari setelah hari raya Idulfitri. Keberadaannya yang langka menjadikan pasar ini magnet bagi pengunjung, tidak hanya warga lokal tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
Keunikan Pasar Tellasen Topak tidak hanya terletak pada momentumnya, tetapi juga jam operasionalnya yang sangat singkat. Para pedagang diketahui sudah mulai menggelar lapak sejak pukul 01.30 WIB dini hari.
Keriuhan pasar mulai terasa selepas waktu subuh dan mencapai puncaknya pada pukul 04.00 hingga 08.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, area Jalan Raya Jenderal Ahmad Yani berubah menjadi lautan manusia yang berburu sarapan khas Lebaran Ketupat.
“Saya berangkat sekitar jam 06.00 WIB tadi. Di sini banyak sekali makanan yang dijual, apalagi ini momen langka yang hanya ada setahun sekali,” ujar Leini, salah satu pengunjung yang antusias berbelanja.
Berlokasi tepat di kawasan jantung kota Bangkalan, pasar ini menawarkan beragam komoditas, mulai dari pakaian hingga mainan anak-anak. Namun, daya tarik utamanya tetaplah pada deretan kuliner tradisional Madura.
Menu yang paling diburu pengunjung adalah Topak Ladeh, kuliner legendaris khas Bangkalan yang menjadi hidangan wajib saat Lebaran Ketupat. Perpaduan kuah ladeh yang gurih dengan irisan daging dan ketupat (topak) menjadi alasan utama pengunjung rela berdesakan.
Ada menu favorit mulai dari topak ladeh, lontong kikil, dan sayur topak. Serta komoditas lain meliputi pakaian baru, pernak-pernik rumah tangga, dan mainan tradisional.
“Rata-rata yang ke sini memang mencari Topak Ladeh. Saya sendiri beli topak ladeh, lontong kikil, dan beberapa makanan lainnya untuk dinikmati bersama keluarga,” tambah Leini.
Lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli, Pasar Tellasen Topak berfungsi sebagai ruang pertemuan budaya. Ribuan orang yang berkumpul menciptakan suasana kebersamaan yang erat, memperkuat tali silaturahmi antarwarga setelah momen Lebaran.
Bagi masyarakat Bangkalan, pasar ini adalah warisan identitas. Meski kemacetan di sekitar Alun-Alun tidak terhindarkan, antusiasme warga tidak surut. Tradisi ini terus dijaga sebagai simbol rasa syukur dan kegembiraan dalam merayakan hari kemenangan kedua di bulan Syawal.
Editor : Fatih