KLIKJATIM.Com | Sumenep – Peristiwa tak lazim mengejutkan masyarakat Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Aktivitas pengeboran sumur yang diniatkan untuk mencari sumber air bersih milik warga bernama Zamroni, justru memunculkan semburan gas yang mudah terbakar dan memicu keresahan warga sekitar.
Kejadian bermula pada Rabu (25/3/2026), saat proses pengeboran dilakukan di pekarangan rumah. Awalnya, kegiatan berjalan normal sebagaimana mestinya. Namun, situasi berubah drastis saat mata bor mencapai kedalaman kurang lebih 20 meter. Dari dalam lubang, tiba-tiba keluar hembusan gas yang tak biasa.
Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq, menerangkan bahwa keberadaan gas tersebut baru terungkap secara jelas setelah warga melakukan percobaan sederhana pada Kamis (26/3/2026). Warga mencoba mendekatkan material kering seperti daun, sabut kelapa, hingga potongan kayu ke arah lubang bor.
“Dari situ diketahui bahwa gas yang keluar bisa menyala dan membakar benda-benda kering tersebut. Api langsung muncul saat disulut,” ujar Faruq, Kamis (26/3/2026).
Selain sifatnya yang mudah terbakar, Faruq menyebutkan bahwa gas tersebut mengeluarkan aroma tajam yang cukup menyengat. Bau tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat lokasi pengeboran berada di area permukiman.
Awalnya, warga hanya menduga itu adalah hembusan angin biasa dari dalam tanah, namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang lebih berisiko.
Sebagai langkah pencegahan dini, pemerintah desa bersama pemilik sumur telah sepakat untuk menghentikan total aktivitas pengeboran. Keputusan ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan tekanan gas yang lebih besar serta mencegah potensi bahaya kebakaran bagi warga sekitar.
Faruq menegaskan, pihaknya akan segera menjalin koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup maupun pihak ESDM, guna mengidentifikasi jenis gas tersebut dan menentukan langkah penanganan yang tepat secara ilmiah.
“Kami berharap ada tindak lanjut segera dari pihak berkompeten agar fenomena ini bisa ditangani dengan baik dan tidak membahayakan keselamatan warga,” pungkasnya.
Hingga saat ini, lokasi lubang bor tersebut masih dalam pengawasan warga guna memastikan tidak ada aktivitas yang memicu percikan api di area sekitar semburan.
Editor : Fatih