klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Arus Balik Lebaran Dongkrak Penjualan Oleh-Oleh Jember, Pedagang Sebut Daya Beli Menurun

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Persiapan arus balik, pemudik berburu oleh-oleh khas Jember (Hatta/Klikjatim.com)
Persiapan arus balik, pemudik berburu oleh-oleh khas Jember (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa peningkatan aktivitas di pusat oleh-oleh khas Jember. Sejumlah produk seperti suwar-suwir dan prol tape masih menjadi pilihan utama para pemudik, meski pedagang mengaku omzet tahun ini mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

Salah satu pusat oleh-oleh yang ramai diserbu pembeli adalah toko Citra Rasa Jember di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kaliwates. Dalam sepekan terakhir setelah Lebaran, jumlah pembeli mengalami peningkatan signifikan, terutama dari kalangan pemudik.

Pemilik toko, Aliya Nur Afni, menyebut produk khas daerah seperti suwar-suwir dan prol tape tetap menjadi favorit. Selain itu, tape singkong, tape ketan, edamame, hingga kue kacang juga banyak diminati.

“Yang paling dicari masih suwar-suwir dan prol tape. Tapi produk lain juga ikut laris,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan pembeli sebenarnya sudah mulai terlihat sejak sebelum Lebaran. Namun, lonjakan tertinggi justru terjadi saat arus balik, ketika pemudik kembali ke kota asal sambil membawa oleh-oleh.

“Menjelang Lebaran sudah naik, tapi sekarang lebih ramai karena orang-orang mulai balik. Banyak yang dari luar kota mampir untuk beli oleh-oleh,” katanya.

Pembeli yang datang tidak hanya dari wilayah sekitar Jember, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Jombang hingga Bali. Mereka umumnya membeli dalam jumlah cukup besar untuk dibagikan kepada keluarga maupun rekan kerja.

Pada puncak arus balik, omzet penjualan di toko tersebut bisa mencapai sekitar Rp6 juta per hari. Meski demikian, angka tersebut masih belum menyamai capaian tahun sebelumnya.

“Sekarang bisa sekitar enam juta per hari, tapi kalau dibandingkan tahun lalu sebenarnya masih turun. Mungkin karena kondisi ekonomi, jadi daya beli berkurang,” ungkap Aliya.

Di tengah situasi tersebut, para pedagang tetap berupaya menjaga kualitas produk serta menyediakan variasi pilihan agar tetap menarik minat pembeli.

Sementara itu, salah satu pembeli, Fathor, mengaku sengaja membeli oleh-oleh khas Jember untuk dibawa pulang ke keluarganya di Bondowoso.

“Pilihan di sini lengkap, jadi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan harga. Lebih menarik juga karena banyak makanan khas,” ujarnya.

Ia menilai oleh-oleh berupa makanan masih menjadi pilihan utama dibandingkan cinderamata, karena lebih praktis dan disukai banyak orang.

Editor :