klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Petasan Rakitan Meledak, Satu Pemuda Ponorogo Dilarikan ke UGD

avatar Fauzy Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Korban mendapat perawatan di RSUD dr Harjono Ponorogo
Korban mendapat perawatan di RSUD dr Harjono Ponorogo

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Ledakan petasan rakitan kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Seorang pemuda berinisial SA (23), warga Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, mengalami luka serius pada bagian tangan akibat insiden tersebut.

Peristiwa terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Ledakan diduga berasal dari petasan rakitan yang dibuat korban bersama sejumlah temannya di lingkungan rumah.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan barang bukti berupa dua karung petasan rakitan. Petasan tersebut diketahui telah dipersiapkan untuk perayaan Lebaran.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Ayah korban, Tukiman, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia mengetahui insiden tersebut setelah mendengar teriakan warga saat sedang bekerja di sawah.

"Saya waktu itu di sawah cari rumput. Tiba-tiba dengar teriakan, langsung pulang, lalu anak saya dibawa ke puskesmas," ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, petasan tersebut dibuat oleh enam orang. Korban berperan mengisi bahan ke dalam selongsong, sementara lainnya menutup bagian petasan.

"Yang bikin ada enam orang. Anak saya yang mengisi, yang lain menutup," jelasnya.

Petasan itu rencananya digunakan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, bukan untuk diperjualbelikan.

"Iya, buat Lebaran setelah salat Id, bukan untuk dijual," tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 30 petasan berbagai ukuran yang dibuat. Namun, hanya satu petasan berukuran kecil yang meledak.

"Jumlahnya sekitar 30-an. Yang meledak satu, ukuran kecil. Kejadiannya sekitar jam dua siang," ungkap Tukiman.

Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka pada kedua tangan. Jempol tangan kiri dilaporkan mengalami patah tulang.

Dokter jaga RSUD dr Harjono Ponorogo, dr Amanda Terry, mengatakan korban datang dalam kondisi sadar dengan luka cukup serius.

"Pasien sadar penuh, terdapat luka di tangan kiri dan lengan kanan," ujarnya.

Ia menjelaskan, tangan kiri korban mengalami luka terbuka, sementara tangan kanan mengalami luka bakar.

"Tangan kiri luka terbuka, tangan kanan terdapat luka bakar," jelasnya.

Luka bakar yang dialami korban diperkirakan mencapai 5–6 persen dari total permukaan tubuh.

Meski demikian, tidak ada anggota tubuh yang putus. Namun, terdapat patah tulang pada jempol tangan kiri.

"Saat ini pasien masih sadar dan bisa berkomunikasi dengan baik," tambahnya.

Korban kini masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuat maupun menggunakan petasan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.

Editor :