KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun, tumbuh 11,1 persen secara tahunan.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan yang mencapai Rp46 triliun hingga akhir Desember 2025, meningkat 18,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara umum, hampir seluruh lini bisnis perseroan mencatatkan pertumbuhan dua digit. Pengecualian terjadi pada segmen pabrikan zat perekat (adhesive) yang mengalami penurunan sebesar 28,7 persen.
Kontributor utama tetap berasal dari lini perdagangan dan distribusi BBM serta bahan kimia yang tumbuh 16,3 persen menjadi Rp41,3 triliun. Sementara itu, segmen jasa logistik mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 30,5 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Kinerja impresif juga datang dari kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik. Pendapatan dari penjualan lahan kawasan industri yang dikelola PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera melonjak 113,1 persen menjadi Rp2,5 triliun.
Lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan lahan sebesar 107,5 persen, serta pertumbuhan penjualan listrik dan utilitas yang mencapai 128,5 persen hingga akhir 2025.
Dengan capaian tersebut, kontribusi pendapatan dari JIIPE meningkat signifikan menjadi 5,5 persen dari total pendapatan 2025, dibandingkan 3,1 persen pada tahun sebelumnya. Kawasan JIIPE sendiri telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sejak 2021.
Meski demikian, peningkatan pendapatan juga diiringi kenaikan sejumlah beban, terutama beban pokok penjualan yang menekan margin laba kotor dari 9,1 persen menjadi 8,9 persen.
Sejalan dengan itu, margin laba bersih juga mengalami sedikit penurunan dari 5,7 persen menjadi 5,4 persen pada 2025.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat tumbuh menjadi Rp36,6 triliun per akhir Desember 2025. Adapun kas dan setara kas mencapai Rp6,4 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp15,6 triliun.
Editor : Wahyudi