klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Aksi Kejar-kejaran 40 Km Bak Film Action: Anggota DPRD Jember Nyaris Masuk Sungai Saat Kepung Truk Mafia Solar

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
David Saat Dikonfirmasi sejumlah wartawan dan buat usai membuat Laporan di Mapolres Jember.
David Saat Dikonfirmasi sejumlah wartawan dan buat usai membuat Laporan di Mapolres Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Praktik dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal kembali mencuat di Kabupaten Jember.

Sebuah insiden dramatis terjadi pada Sabtu dini hari (14/3/2026), ketika sebuah truk yang diduga milik jaringan mafia solar melarikan diri saat hendak diamankan di SPBU 54.681.11 Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Peristiwa ini memicu aksi kejar-kejaran sejauh 40 kilometer yang nyaris merenggut nyawa.

Kejadian ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto.

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, David bersama rekannya, Candra Irawan, mendatangi lokasi sekitar pukul 01.30 WIB dengan menggunakan mobil operasional Ford Everest 4WD.

Di lokasi yang remang-remang, mereka mendapati sebuah truk Mitsubishi Fuso berwarna biru dengan plat nomor DK 6484 AS sedang melakukan pengisian solar secara mencurigakan.

"Saya awalnya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya pengisian BBM bersubsidi yang diduga ilegal di sini. Laporan ini sebenarnya sudah beberapa kali saya terima, tapi baru tadi malam saya cek langsung. Saat saya datang sekitar jam setengah dua atau dua dini hari, kondisinya gelap dan benar saya menemukan sebuah truk sedang melakukan pengisian solar," ungkap David saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Jember.

Kecurigaan David terbukti saat ia memeriksa bagian bak truk yang tertutup. Di dalamnya, ia menemukan empat tandon besar berkapasitas masing-masing 1.000 liter.

Saat itu, salah satu tandon sudah hampir penuh dengan nilai pengisian di mesin SPBU menunjukkan angka lebih dari satu juta rupiah. David kemudian berinisiatif memanggil pihak Polsek Sumbersari dan Ketua Hiswana Migas untuk melakukan pengecekan resmi.

Namun, saat proses pengamanan akan dilakukan, situasi mendadak kacau. Sopir truk menghilang dan digantikan oleh orang lain yang langsung menggeber truk tersebut melarikan diri.

Pengejaran pun tak terhindarkan. Selama hampir satu jam, aksi saling salip terjadi melewati wilayah Sumbersari, Mumbulsari, Tempurejo, Jenggawah, hingga masuk ke pelosok desa di Kecamatan Ambulu. Ketegangan memuncak di Jembatan Pontang, Desa Pontang, saat truk tersebut mencoba mencelakai David dengan memepet mobilnya ke arah sungai.

"Di jembatan Pontang itu mobil saya dipepet dan hampir dimasukkan ke sungai. Untung tertahan pagar jembatan. Lampu kanan mobil rusak dan besinya sampai menembus hingga ban depan pecah," kenang David mengenai detik-detik mencekam tersebut.

Kondisi semakin buruk ketika mobil David berhenti. Sekitar 15 orang pemuda yang diduga merupakan bagian dari jaringan mafia tersebut tiba-tiba muncul dan melakukan penyerangan fisik. David mengaku sempat terkena pukulan di bagian kepala sebelum akhirnya berhasil menghalau massa dengan teriakan yang memancing perhatian warga sekitar.

Pasca kejadian, David langsung menuju Mapolres Jember untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi serta percobaan pembunuhan yang dialaminya.

Menanggapi laporan serius ini, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menyelidiki kasus ini dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Pertamina dan Hiswana Migas.

"Siapa pun yang berada di balik kegiatan ini tentu akan kami tindak tegas. Jika pembelian ilegal seperti ini dibiarkan, bisa menyebabkan kelangkaan BBM di Jember. Karena itu kami akan bekerja sama dengan Hiswana Migas, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk mencegah adanya oknum yang bermain," tegas Kompol Ferry.

Editor :