klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ironi Panen Raya Bojonegoro: Harga Gabah di Sawah Murah, di Bulog Justru Melambung Tinggi

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
PANEN RAYA: Aktivitas petani Bojonegoro saat memanen padi di tengah fluktuasi harga gabah yang masih di bawah HPP.
PANEN RAYA: Aktivitas petani Bojonegoro saat memanen padi di tengah fluktuasi harga gabah yang masih di bawah HPP.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Masa panen raya yang biasanya menjadi momen bagi petani untuk meraih keuntungan, justru menghadirkan persoalan baru di Kabupaten Bojonegoro. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dilaporkan masih merosot di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Di sejumlah wilayah, gabah petani tercatat hanya laku di kisaran Rp5.700 hingga Rp6.300 per kilogram. Kondisi ini memaksa para petani untuk menjual hasil peluh mereka di bawah harga acuan pemerintah demi menyambung napas ekonomi.

Misbah, seorang petani asal Kecamatan Sumberrejo, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tunduk pada harga yang ditawarkan tengkulak.

“Kita tahu harga gabah dari pemerintah infonya Rp6.500, tapi ya mau gimana lagi, lakunya segitu. Tapi alhamdulillah masih untung,” ujar Misbah, Kamis (12/3).

Hal senada dirasakan Kaklim, petani asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam. Ia menyebut harga gabah pada musim panen raya tahun ini tertahan di angka Rp6.100 hingga Rp6.300 per kilogram. Meski di bawah HPP, ia merasa angka ini sedikit lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini harganya lumayan stabil. Dari panen sekitar dua ton padi, sebagian saya jual dan sebagian lagi saya simpan untuk kebutuhan makan keluarga,” tuturnya.

Ironisnya, kondisi kontras justru terjadi di tingkat pengepul. Salah satu tengkulak di Bojonegoro, Prapto, mengungkapkan bahwa harga jual gabah ke gudang Bulog saat ini justru melonjak di atas HPP. Ia mengaku gabah yang disetorkan ke gudang Bulog diterima dengan harga Rp6.800 hingga Rp6.900 per kilogram.

“Gabah kering tahun ini saya setor ke gudang diterima dengan harga Rp6.800 sampai Rp6.900 per kg. Tahun lalu mentok di Rp6.500, bahkan kadang turun sampai Rp6.200,” ungkap Prapto.

Prapto menjelaskan bahwa gabah tersebut ia beli dari petani di berbagai desa di Kecamatan Tambakrejo, seperti Desa Malingmati, Turi, Kalisumber, hingga Gamongan, dengan harga beli Rp6.100 hingga Rp6.300 per kilogram. Harga beli tersebut menurutnya sudah mencakup potongan biaya operasional mesin panen. “Harga itu sudah termasuk dipotong biaya kombi,” jelasnya.

Menanggapi ketimpangan harga ini, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memastikan pihaknya akan segera melakukan kroscek di lapangan terkait laporan pembelian gabah di bawah standar pemerintah tersebut. “Terimakasih informasinya, akan kami cek,” tegas Wahono singkat.

Editor :