KLIKJATIM.Com | Jember – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Fatmawati, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Dusun Krajan 2, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Rabu (11/3) petang.
Dalam forum yang berlangsung khidmat di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah tersebut, legislator Partai NasDem ini mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada penguatan ekonomi keluarga.
Pertemuan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh ratusan warga setempat. Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci, kegiatan serap aspirasi ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Dalam arahannya, Fatmawati mengingatkan warga agar tidak terlalu larut dalam hiruk-pikuk politik selama dua tahun ke depan.
“Untuk tahun 2026 sampai 2027 ini saya mengajak masyarakat tidak terlalu memikirkan politik terlebih dahulu. Yang lebih penting sekarang adalah bagaimana ekonomi keluarga tetap berjalan dengan baik,” ujar Fatmawati saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Gedung DPRD Jember, Kamis (12/3).
Ia menilai, dinamika politik global maupun nasional kerap memicu kegaduhan yang dapat mendistrak perhatian masyarakat dari pemenuhan kebutuhan dasar. Menurutnya, stabilitas rumah tangga harus menjadi prioritas utama agar ketahanan ekonomi di tingkat desa tetap terjaga.
“Kalau kita terlalu larut membahas politik atau isu-isu global, sementara ekonomi keluarga tidak diperhatikan, maka yang terdampak langsung adalah kehidupan masyarakat sendiri. Ekonomi keluarga ini yang harus kita jaga bersama. Kalau ekonomi keluarga kuat, maka daya beli masyarakat juga tetap ada dan perputaran ekonomi di desa bisa terus berjalan,” lanjutnya.
Selain aspek ekonomi, Fatmawati yang bertugas di Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat ini juga menekankan pentingnya solidaritas sosial, terutama dalam akses pelayanan kesehatan. Ia menegaskan kesiapannya sebagai jembatan bagi warga yang kesulitan mendapatkan hak layanan medis di puskesmas maupun rumah sakit.
“Kalau ada warga yang sakit dan mengalami kesulitan berobat di puskesmas atau rumah sakit, jangan ragu untuk menghubungi saya. Kita bisa koordinasi bersama agar warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang semestinya. Pada dasarnya anggota dewan itu pelayan masyarakat,” tegas Fatmawati.
Aspirasi ini disambut baik oleh warga, salah satunya Suyanto (45). Ia mengeluhkan prosedur birokrasi kesehatan yang terkadang masih menyulitkan masyarakat kecil, mulai dari antrean panjang di puskesmas hingga kerumitan administrasi rujukan.
“Kalau berobat ke puskesmas kadang warga harus datang sangat pagi untuk antre. Kalau harus dirujuk ke rumah sakit biasanya harus lewat puskesmas dulu, kadang warga harus kembali lagi karena ada berkas yang kurang atau antreannya sudah penuh. Hal-hal seperti ini yang sering membuat warga kebingungan,” tutur Suyanto.
Suyanto mengapresiasi keterbukaan Fatmawati dalam berdialog langsung dengan konstituen. Menurutnya, kepastian adanya pendampingan dari wakil rakyat memberikan rasa tenang bagi warga saat menghadapi kendala pelayanan publik.
“Warga merasa diperhatikan karena bisa berbicara langsung. Apalagi Bu Fatmawati juga menyampaikan kalau masyarakat bisa berkoordinasi jika mengalami kesulitan,” pungkasnya.
Editor : Fatih