klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PSBB Surabaya Tahap II Ada Sanksi Yang Mengikuti

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akan mengintesifkan frekuensi opoperasi dan penertiban pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II. Salahsatunya adalah menerapkan sanksi tegas kepada pelanggarnya.

Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan, Pemkot Surabaya telah bersepakat soal perpanjangan masa penerapan PSBB selama 14 hari ke depan. Pada tahap kedua PSBB di Surabaya nanti, pihaknya akan meningkatkan frekuensi operasi di sejumlah titik seperti check point atau titik lain yang dianggap berpotensi terjadi penularan Covid-19, meski pelaksanaan sebelumnya dia klaim sudah cukup intensif.

“Kalau untuk operasi, kami di seluruh jajaran Pemkot sebenarnya sudah melakukan kegiatan yang cukup intensif. Kami akan tingkatkan frekuensinya. Kemudian di titik-titik sebarannya, kami akan konsentrasikan lagi supaya penanganan pembatasan jam malam bisa lebih maksimal,” ujarnya.

[irp]

Diakui, titik persebaran penularan Covid-19 di Surabaya sudah sangat meluas. Hampir setiap kecamatan di Surabaya sudah ada kasus orang terjangkit Covid-19. Ini akibat munculnya beberapa klaster penularan, salah satunya yang terjadi di lingkungan pasar.

“Untuk pasar, kami sudah koordinasi dengan Kabag Perekonomian dan PD Pasar Surya soal pembatasan pedagang. Termasuk pengunjung. Kami sedang menata posisi tempat jualan supaya ada social distancing antara pedagang dengan pedagang dan pedagang dengan pembeli,” katanya.

Dia berharap pengaturan di pasar itu akan berdampak besar. Pemkot Surabaya juga akan meningkatkan protokol kesehatan di lingkungan pasar dengan menyediakan wastafel portabel dan pengawasan wajib pakai masker terhadap pedagang dan pengunjung pasar.

[irp]

Sementara itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa menjelaskan, indikator keberhasilan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tercantum di Permenkes 9/2020 tentang Pedoman PSBB belum tercapai pada tahap pertama PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 belum terjadi. Penurunan angka kematian kasus Covid-19 di tiga daerah, serta tidak adanya penyebaran ke wilayah baru atau terhentinya transmisi lokal juga belum terjadi.

Khofifah Gubernur Jatim mengatakan, sebenarnya, hasil kajian timnya untuk PSBB tahap pertama di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo relatif berhasil. Dua pekan PSBB di dua daerah menunjukkan adanya tren penurunan persebaran Covid-19.

Tren penyebaran kasus Covid-19 di Surabaya yang menurut Tim Gugus Kuratif Covid-19 Jatim belum menunjukkan angka penurunan yang menggembirakan. Karena itu, timnya menilai Surabaya perlu melakukan upaya lebih keras. (hen)

Editor :