KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto meresmikan sarana dan prasarana (sarpras) SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, Sabtu (28/2).
Peresmian ini mencakup berbagai fasilitas pembinaan akademik dan karakter seperti Aula Cakrabuana, tempat ibadah berbagai agama, hingga fasilitas olahraga. Selain itu, Gubernur Khofifah juga meresmikan rehabilitasi serta revitalisasi 20 SMA, 12 SMK, dan 9 SLB negeri maupun swasta di wilayah Banyuwangi dan Situbondo.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa SMAN 2 Taruna Bhayangkara memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang unggul secara akademik dan memiliki jiwa pengabdian. Ia berpesan agar para siswa taruna siap menjadi Juru Bicara Keindonesiaan dan Kenusantaraan, terutama dalam menyongsong Generasi Emas 2045.
“Siswa taruna harus siap menjadi Juru Bicara Ke-Indonesiaan. Bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan mampu membawa nilai-nilai ke - Indonesiaan ke kancah internasional. Di saat seluruh dunia terjadi sirkulasi elite, maka siswa taruna inilah yang kelak akan mengisi pos-pos strategis bangsa. Hari ini mereka adalah pelajar, namun saat Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045, merekalah pemimpin emas yang akan memimpin etalase kepemimpinan negeri ini,” tegas Khofifah.
Khofifah juga menitipkan pesan kepada para guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa pembangunan sarana fisik ini merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul yang mencintai negerinya secara utuh.
“Sekolah bukan hanya tempat mengejar capaian akademik, tetapi juga pusat pendidikan karakter. Karena itu saya menitipkan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar mendidik siswa taruna taruni dengan keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Indonesia adalah surga tempat kita tumpah darah kita, meminum airnya, dan menanam kehidupan yang memberi kesejahteraan bagi semua. Cintai negeri ini dengan karya, prestasi, dan pengabdian,” jelasnya.
Menutup arahannya, Gubernur berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga sebagai amanah bagi generasi penerus. Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang berdaya saing.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melaporkan bahwa total anggaran rehabilitasi sekolah di Banyuwangi mencapai Rp30 miliar untuk 28 lembaga, sementara di Situbondo mencapai Rp6 miliar untuk 9 lembaga. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan sekolah secara merata di Jawa Timur.
“Penguatan fasilitas pendidikan ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan satuan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur,” pungkas Aries.
Editor : Fatih