klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral Video MBG Kering di Bojonegoro, Pemilik Akun TikTok Dilaporkan ke Polisi, Postingan Kini Hilang

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
SCREENSHOT: Tangkapan layar video viral yang menunjukkan menu MBG kering di Bojonegoro sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
SCREENSHOT: Tangkapan layar video viral yang menunjukkan menu MBG kering di Bojonegoro sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Jagat media sosial di Bojonegoro dihebohkan dengan laporan polisi terkait unggahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemilik akun TikTok @dyputri_ resmi dilaporkan ke Polres Bojonegoro oleh pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aulia 2 Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, Rabu (25/2/2026).

Langkah hukum ini diambil menyusul beredarnya video berdurasi 27 detik yang menampilkan menu MBG kering berupa satu buah jeruk, singkong goreng, dan tahu bakso. Unggahan tersebut disertai keterangan bernada sindiran yang memicu beragam reaksi negatif dari warganet.

Haryono, selaku Humas SPPG Aulia 2 sekaligus pelapor, menyatakan bahwa konten tersebut sangat merugikan citra lembaga yang dikelolanya. Menurutnya, video tersebut diunggah secara berulang sehingga menggiring opini publik untuk menyudutkan dapur MBG tersebut.

“Postingan tersebut diunggah berulang kali dan memicu opini publik yang menyudutkan lembaga kami. Bahkan kami juga mendapat teguran dari atasan,” ungkap Haryono, Kamis (26/2/2026).

Haryono menegaskan bahwa selama ini proses distribusi berjalan lancar tanpa adanya keluhan kesehatan maupun laporan keracunan dari para penerima manfaat setelah mengonsumsi menu kering tersebut.

Kuasa hukum pelapor, Sunaryo Abuma’in, menjelaskan bahwa laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Bojonegoro dengan melampirkan bukti tangkapan layar (screenshot) serta dokumentasi unggahan dari akun yang dimaksud.

“Klien kami merasa dirugikan secara materiel maupun immateriel. Unggahan tersebut telah menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Sunaryo.

Pihaknya berharap kepolisian segera memanggil pemilik akun untuk memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban hukum agar persoalan ini menjadi terang.

Berdasarkan pantauan hingga Kamis (26/2/2026), video yang sempat ditonton puluhan ribu kali tersebut kini sudah tidak tersedia lagi atau telah dihapus dari akun TikTok @dyputri_.

Akun yang tercatat memiliki sekitar 88,6 ribu pengikut tersebut hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait pelaporan ini, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan langsung (DM).

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya bijak dalam bermedia sosial, terutama terkait program nasional yang sedang berjalan, agar tidak terjerat persoalan hukum akibat penggiringan opini yang tidak berdasar.

Editor :