klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Arus Logistik Merauke Tumbuh Pesat, Pelaku Usaha Desak Pembangunan Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Posisi Pelabuhan Merauke sebagai gerbang utama logistik Provinsi Papua Selatan kian strategis
Posisi Pelabuhan Merauke sebagai gerbang utama logistik Provinsi Papua Selatan kian strategis

KLIKJATIM.Com | Merauke – Seiring dengan percepatan pembangunan di wilayah Indonesia Timur, posisi Pelabuhan Merauke sebagai gerbang utama logistik Provinsi Papua Selatan kian strategis.

Namun, pertumbuhan arus barang yang mencapai belasan persen setiap tahunnya mulai memicu kepadatan di area pelabuhan. Pelaku usaha dan otoritas pelabuhan kini mendorong langkah mendesak: pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan.

Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Alhamid, menilai pembangunan depo di luar pelabuhan adalah solusi jangka panjang yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini bertujuan agar distribusi kontainer tidak menumpuk di dalam pelabuhan yang areanya terbatas.

“Selain itu, untuk jangka pendek, kontainer ke luar pelabuhan harus diberikan izin oleh pemerintah daerah agar bisa langsung keluar ke gudang distributor. Ini penting untuk mencegah terjadinya stagnasi di lapangan penumpukan yang ada di dalam pelabuhan,” ungkap Abi Bakri, Senin (23/02/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala PT SPIL Cabang Merauke, Puji Hermoko, menyebutkan bahwa aktivitas stripping (pembongkaran) dan stuffing (pemuatan) yang saat ini masih dilakukan di dalam pelabuhan membuat operasional tidak optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya waktu tunggu kapal (dwelling time).

Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Julivan Ch. L. Salindeho, mengakui tantangan lahan ini. Saat ini, luas lapangan penumpukan di dalam pelabuhan hanya sekitar 1,5 hektar, dengan area fungsional efektif hanya sekitar 1 hingga 1,2 hektar.

“Kami bersama Pelindo, pemerintah daerah, dan perusahaan pelayaran tengah memperkuat koordinasi untuk menyiapkan depo di luar pelabuhan. Fokusnya adalah memindahkan aktivitas stuffing dan stripping keluar, sehingga kapasitas di dalam pelabuhan bisa optimal untuk mempercepat proses bongkar muat kapal,” jelas Julivan.

Tantangan logistik ini diprediksi akan semakin besar di masa depan, terutama saat industri strategis seperti pabrik tebu mulai beroperasi penuh.

Direktur PT Berkah Mutiara Laut, Suroso, menyarankan lokasi ideal depo berada dalam radius maksimal tiga kilometer dari dermaga agar mobilitas tetap efisien namun tidak membebani jalan raya kota.

Editor :