KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Perhelatan Proliga 2026 seri Bojonegoro yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di GOR Utama Bojonegoro tidak hanya menyuguhkan aksi memukau para atlet voli nasional, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang nyata.
Kehadiran ribuan penonton setiap harinya menjadi berkah melimpah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan lapak makanan dan minuman di area GOR dipadati pengunjung. Kondisi ini memicu lonjakan omzet penjualan yang signifikan bagi para pedagang yang memanfaatkan momen kompetisi kasta tertinggi voli tanah air tersebut.
Mamik Riswanti, salah satu pedagang asal Desa Lengkong, Kecamatan Balen, mengaku sangat terbantu dengan adanya event ini. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme penonton yang tinggi membuat dagangannya laris manis.
“Alhamdulillah senang sekali bisa jualan di sini. Antusias penonton tinggi, jadi dagangan cepat habis. Rata-rata bisa dapat untung sekitar Rp1,5 juta setiap hari,” ujar Mamik saat ditemui pada Minggu (15/2/2026).
Meskipun sempat terkendala cuaca pada hari Sabtu akibat guyuran hujan yang membuat kawasan GOR agak sepi, Mamik menyebut kondisi tersebut segera pulih pada hari penutupan.
“Waktu hujan memang agak sepi. Tapi hari Minggu ini ramai lagi, paling banyak bisa sampai Rp2 juta,” tambahnya.
Untuk dapat berjualan di area strategis tersebut, para pedagang menyewa lapak atau tenda kepada panitia dengan tarif sebesar Rp500 ribu untuk durasi empat hari. Biaya ini dinilai sepadan dengan keuntungan yang diperoleh selama masa pertandingan.
Senada dengan Mamik, Nurul, pedagang asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, juga merasakan manisnya laba dari gelaran Proliga kali ini. Ia mengonfirmasi adanya lonjakan pembeli yang jauh di atas hari-hari biasa.
“Lumayan rame penontonnya, jadi ya lumayan dapat untungnya,” ucap Nurul singkat sembari melayani pembeli.
Keberhasilan penyelenggaraan Proliga 2026 seri Bojonegoro membuktikan bahwa ajang olahraga berskala nasional mampu menjadi mesin penggerak roda perekonomian daerah.
Melalui sektor UMKM, perputaran uang terjadi secara langsung di masyarakat bawah. Para pedagang pun berharap Bojonegoro dapat lebih sering ditunjuk sebagai tuan rumah event besar serupa guna menjaga keberlanjutan peluang usaha dan kesejahteraan lokal.
Editor : Fatih