klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Perkuat Pelestarian Pesisir, TPS Kembangkan Pembibitan Mangrove Adaptif Hadapi Tantangan Abrasi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Bibit Mangrove di TPS (Dok/TPS)
Bibit Mangrove di TPS (Dok/TPS)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ekosistem pesisir melalui program keberlanjutan Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan. Salah satu fokus utama program tersebut adalah pembibitan mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika alam.

Melalui pembibitan mangrove, TPS tidak hanya menargetkan perlindungan kawasan operasional terminal, tetapi juga memperluas manfaat pelestarian bagi masyarakat pesisir di sekitarnya. Upaya ini dijalankan di tengah tantangan rehabilitasi mangrove yang kian kompleks, terutama terkait keterbatasan bibit yang sesuai dengan karakteristik pesisir yang berhadapan langsung dengan laut.

TPS menilai perubahan arus laut dan abrasi menjadi tantangan utama dalam rehabilitasi mangrove. Kondisi tersebut menyebabkan tidak semua jenis mangrove dapat tumbuh optimal, sehingga upaya penanaman kerap belum memberikan hasil maksimal, meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian pesisir terus meningkat.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, TPS menggandeng kelompok petani mangrove lokal Kompak Mandiri Lestari untuk mendukung penyediaan bibit Rhizophora mucronata yang dibudidayakan secara terkontrol dan siap tanam. Jenis mangrove ini dipilih karena memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi pesisir terbuka, serta sistem akar tunjang yang efektif dalam meredam gelombang dan mengurangi abrasi.

Berbeda dengan beberapa jenis mangrove yang dapat berkembang secara alami, Rhizophora mucronata memerlukan proses pembibitan sebelum ditanam. Oleh karena itu, TPS menerapkan pendekatan pembibitan adaptif yang menempatkan pembelajaran berkelanjutan, penyesuaian metode, serta kolaborasi sebagai bagian dari strategi rehabilitasi mangrove.

Pendekatan adaptif tersebut dilakukan dengan menyesuaikan pemilihan jenis mangrove, teknik penyemaian, media tanam, serta waktu penanaman berdasarkan karakteristik lingkungan pesisir. Faktor pasang surut, tingkat salinitas, hingga arus dan abrasi menjadi pertimbangan utama agar bibit yang dihasilkan memiliki daya tahan optimal saat ditanam di lokasi rehabilitasi.

Kolaborasi erat dengan petani mangrove lokal turut memperkuat keberhasilan program. Selain meningkatkan kualitas bibit dan tingkat keberhasilan tanam, kerja sama ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui aktivitas pembibitan mangrove.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan merupakan program prioritas TPS yang dirancang untuk menjawab tantangan pesisir secara menyeluruh. Melalui pembibitan mangrove yang adaptif, kami berupaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperluas manfaat pelestarian di tengah berbagai tantangan lingkungan,” ujar Erika.

Program pembibitan mangrove ini ditargetkan siap tanam pada April 2026. Diharapkan, program tersebut dapat memperkuat perlindungan garis pantai, menekan risiko abrasi, serta menjaga kualitas ekosistem pesisir. Seiring dengan itu, keterlibatan aktif kelompok petani mangrove diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir serta memperluas upaya rehabilitasi mangrove di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

“Kami menyadari bahwa menjaga pesisir membutuhkan konsistensi dan kolaborasi. Melalui program ini, TPS berkomitmen untuk terus berperan sebagai mitra masyarakat pesisir dengan solusi yang relevan dan berdampak nyata,” tutup Erika.

Editor :