KLIKJATIM.Com | Jember – Kasus dugaan keracunan asap yang menimpa petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) saat memadamkan gudang tembakau di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, pada Minggu (1/2/2026) lalu, memicu reaksi keras dari parlemen.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jember mendesak adanya kolaborasi konkret antara UPT Damkarmat Satpol PP dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember.
Langkah ini dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan personel saat menangani kebakaran berskala besar. Anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi PPP, Intan Permatasari, menegaskan bahwa keselamatan petugas sebagai garda terdepan tidak bisa ditawar.
“Kejadian kebakaran gudang tembakau yang menimbulkan korban akibat paparan gas beracun harus menjadi pembelajaran serius. Pemenuhan kebutuhan alat bantu pernapasan atau breathing apparatus harus menjadi prioritas,” tegas Intan saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jember, Selasa (10/2/2026).
Sinergi Antar-Dinas sebagai Solusi Anggaran Mengingat adanya keterbatasan anggaran pada UPT Damkarmat, Intan menilai sinergi dengan Dinas Kesehatan adalah solusi realistis. Fraksi PPP merekomendasikan agar ambulans dengan fasilitas tabung oksigen disiagakan di lokasi kebakaran tertentu guna menangani potensi trauma inhalasi pada petugas.
Sebagai langkah awal, Fraksi PPP mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi (Komisi A dan D) bersama Dinkes dan Damkar untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) bersama.
Kondisi Medis Petugas Damkar Kepala UPT Damkarmat Pemkab Jember, Ahmad Sidiq, membenarkan adanya anggota yang terindikasi terpapar gas beracun pascakebakaran hebat yang berlangsung hampir 12 jam tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis di RSD dr. Soebandi, dua dari empat petugas yang menjalani rontgen toraks menunjukkan adanya peningkatan corakan bronkovaskuler.
Dokter spesialis paru RSD dr. Soebandi, dr. Angga Mardro Raharjo, Sp.P, menjelaskan kondisi tersebut mengindikasikan terjadinya iritasi pada saluran napas.
“Ini menandakan sudah terjadi iritasi pada saluran napas, bisa bersifat akut maupun kronik. Namun, alhamdulillah dari klinisnya masih baik, fungsi parunya belum banyak terganggu,” terangnya.
Kebakaran gudang seluas 2.044 meter persegi itu sendiri diperkirakan menyebabkan kerugian materiil mencapai Rp31 miliar. Sebanyak 14 personel yang terpapar asap tebal dilaporkan sempat mengeluhkan lemas dan pusing usai bertugas.
Editor : Fatih