klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bentrok Antar Nelayan di Pasuruan, Empat Perahu Ikan Dibakar

avatar Abdus Syukur
  • URL berhasil dicopy
TERBAKAR empat perahu yang tengah bersandar di perairan Pasuruan, tepatnya Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan terbakar, Rabu malam
TERBAKAR empat perahu yang tengah bersandar di perairan Pasuruan, tepatnya Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan terbakar, Rabu malam

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Konflik antar kelompok nelayan di Kabupaten Pasuruan memanas. Puncaknya, empat perahu yang tengah bersandar di perairan Pasuruan, tepatnya Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dibakar, Rabu (4/2) malam. 

Perahu milik warga Dusun Kisik yang dibakar oleh orang tak dikenal. Diduga pembakaran ini terjadi akibat konflik antar-nelayan di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Tepatnya kelompok nelayan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dengan nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan. 

Peristiwa bermula saat sebuah perahu nelayan yang menggunakan jaring trawl milik nelayan Ngemplakrejo melaut terlalu ke pinggir di Perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo. 

Sedangkan di lokasi yang sama, terdapat nelayan Desa Kalirejo yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Setelah terjadi pembicaraan di atas kapal dan tidak menemui titik temu, situasi menjadi berubah. 

"Terus berkembang sampai perahu nelayan jaring trawl beserta 6 anak buah kapal (ABK) dibawa ke Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan," ungkap Abdul Halim, salah satu warga Ngemplakrejo.

Situasi di lapangan terus memanas. Perahu nelayan asal Ngemplakrejo yang berada di Dusun Kisik, Desa Kalirejo, dibakar oleh warga. 

Akibat kejadian itu, suasana tegang hingga aparat kepolisian dan TNI harus bersiaga di Pelabuhan Pasuruan serta menutup akses jalan. 

Bahkan, sejumlah nelayan setempat melaporkan kejadian tersebut kepada H. Mashuda Hidayatullah, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, yang berdomisili di Desa Kalirejo. 

"Sebenarnya dari pertemuan kedua belah pihak sudah berdamai. Dan banyak tokoh menyarankan penyelesaian masalah melalui koordinasi dengan pihak Polairud," katanya. 

Tidak lebih dari 30 menit, petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kota Pasuruan datang di dermaga pelabuhan guna memadamkan api dengan mendapatkan kawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Sebanyak tiga unit pemadam kebakaran diterjunkan guna memadamkan api yang menyala dari empat perahu yang terbakar agar tidak menjalar ke perahu lainnya. ​

Editor :