KLIKJATIM.Com | Jember – Belasan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarkat) Pemerintah Kabupaten Jember dilaporkan mengalami lemas hingga pusing usai berjibaku memadamkan kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang tembakau di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kondisi tersebut diduga kuat akibat kelelahan fisik serta paparan asap tebal selama proses pemadaman yang berlangsung hampir 12 jam, sejak Minggu (1/2/2026) dini hari hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebakaran pertama kali terjadi sekitar pukul 00.00 WIB dan dengan cepat membesar karena di dalam gudang tersimpan tumpukan daun tembakau kering dalam jumlah besar yang sangat mudah terbakar. Petugas Damkarkat Pemkab Jember menerima laporan warga dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.11 WIB. Upaya pemadaman kemudian dilakukan bersama personel dari Pos Kalisat.
Anggota Mako A Damkarkat Pemkab Jember, Aris Setiawan, mengatakan sekitar 14 personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Setelah tugas selesai, banyak petugas mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun drastis.
“Setelah memadamkan api kurang lebih 12 jam dan baru selesai sekitar pukul 12 siang, total ada 14 orang yang mengeluh lemas. Kemungkinan karena kelelahan dan terlalu banyak menghirup asap kebakaran, apalagi yang terbakar tumpukan daun tembakau,” ujar Aris saat dikonfirmasi di rumahnya.
Ia mengungkapkan, beberapa petugas bahkan mengalami pusing berat sepulang dari lokasi kebakaran. “Sepulang dari tugas kami istirahat, tapi ada yang pulang dalam kondisi pusing dan lemas. Saya sendiri sampai harus dibantu tabung oksigen untuk bernapas,” katanya.
Aris menambahkan, dirinya sempat mendapatkan perawatan sederhana di rumah karena salah satu anggota keluarganya berprofesi sebagai bidan. Ia juga disarankan mengonsumsi air kelapa untuk membantu proses pemulihan.
Lamanya proses pemadaman, lanjut Aris, disebabkan seluruh tumpukan daun tembakau di dalam gudang harus dipastikan benar-benar padam dan tidak menyisakan titik api. Selain itu, luas bangunan yang terbakar cukup besar. Dari hasil assessment, satu bangunan gudang dengan total luas sekitar 2.044 meter persegi dilaporkan hangus terbakar. Sementara satu bangunan lain yang berada dalam satu deret berhasil diselamatkan.
Berdasarkan perhitungan sementara, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp31 miliar, meski hingga kini masih dalam tahap pendataan lebih lanjut.
Aris juga mengakui, dalam penanganan kebakaran berskala besar idealnya petugas menggunakan alat bantu pernapasan. Namun keterbatasan dan kondisi peralatan menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
“Untuk kebakaran besar seharusnya menggunakan alat bantu pernapasan. Tapi alat kami memang sudah butuh peremajaan dan refill. Namun karena tugas, kami tetap harus memadamkan api dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota Mako A Damkarkat Pemkab Jember lainnya, Affy Fathoni Rachmadiansyah. Ia mengaku turut merasakan dampak kelelahan usai memadamkan kebakaran gudang tembakau tersebut.
“Saya juga mengalami hal yang sama. Badan terasa capek banget dan lemas. Apalagi sebelum kejadian saya baru pulang dari Jakarta karena acara keluarga,” ungkap pria yang akrab disapa Toni.
Menurutnya, saat kejadian dirinya baru tiba dan berada di Mako sebelum menerima laporan kebakaran. “Begitu ada laporan, kami langsung berangkat bersama teman-teman. Karena ini tugas, semuanya berangkat,” katanya.
Setelah proses pemadaman selesai, Affy mengaku sempat tertidur kelelahan di Mako. “Sampai di Mako saya sempat ketiduran karena capek. Pusing juga iya, tapi sekarang sudah agak mendingan,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran gudang tembakau di Arjasa tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian bersama Damkarkat Pemkab Jember. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya kerugian serta tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Caption: Salah seorang petugas Damkar Jember tampak lemas dan harus dibantu tabung oksigen usai memadamkan kebakaran gudang tembakau di Kecamatan Arjasa selama hampir 12 jam.
Editor : Abdul Aziz Qomar