klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

KSOP Tanjung Wangi Batasi Aktivitas Kapal di Selat Bali

avatar Apriliana Devitasari
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas pengangkatan kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Aktivitas pengangkatan kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi -Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi memberlakukan pembatasan pelayaran di perairan Selat Bali seiring pelaksanaan pekerjaan bawah air di lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mendukung kelancaran proses evakuasi bangkai kapal.

Pembatasan tersebut dituangkan dalam Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI. 2 Tahun 2026 yang ditetapkan pada Kamis, 29 Januari 2026. Melalui pemberitahuan itu, KSOP Tanjung Wangi menginformasikan kepada seluruh nakhoda dan perusahaan pelayaran bahwa aktivitas pekerjaan bawah air berlangsung di titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

Selama pekerjaan berlangsung, KSOP menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal. Penetapan area ini bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan laut serta menjaga keamanan aktivitas pengangkatan bangkai kapal di lapangan.

“Kami meminta seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan, serta mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan setempat,” ujar Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana, Jum'at 30 Januari 2026.

Untuk mendukung pengamanan, area kerja dijaga oleh kapal patroli dan dilengkapi tanda pengamanan sementara berupa buoy atau marker. Pemberitahuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga pekerjaan pengangkatan dinyatakan selesai atau sampai diterbitkannya pemberitahuan resmi selanjutnya.

Capt. Purgana menjelaskan, proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Proses dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi arus dan karakteristik perairan Selat Bali.

Tahap awal pengangkatan difokuskan pada bagian-bagian kapal yang tercecer, termasuk kendaraan muatan kapal yang tenggelam di dasar laut. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bagian kapal terseret arus dan berpotensi mendekati kabel laut.

Editor :