KLIKJATIM.Com | Gresik — Hingga saat ini penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) melalui program jaring pengaman sosial (JPS) Kabupaten Gresik belum bisa disalurkan. Namun, Pemkab Gresik tetap berusaha memberikan bantuan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 di delapan kecamatan zona merah selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar).
[irp]
Kepala BPBD sekaligus Pelaksana Harian Satgas Percepatan Penaganan Covid-19 Gresik, Tarso Sagito mengatakan, bantuan paket sembako untuk warga terdampak dilakukan sejak Gresik ditetapkan darurat Covid-19. Totalnya ada 20.464 paket sembako sudah didistribusikan yang berasal dari swasta maupun APBD.
"Sampai hari ini sudah tersalurkan 20 ribuan paket sembako, dan hari ini ada tambahan penyaluran lagi 30 paket. Kami juga menyiapkan tambahan anggaran Rp 600 juta untuk 3 ribu paket sembako senilai Rp 200 ribu per paketnya, untuk jaga-jaga bila sewaktu waktu diperlukan akan disalurkan," ujarnya, Selasa (5/5/2020).
[irp]
Menurut Tarso, sebaran penyaluran bantuan paket sembako ini sudah dilakukan hampir di semua kecamatan zona merah. "Tinggal Kecamatan Kedamean yang belum kami distribusikan. Karena itu kami tambahkan rencana kebutuhan belanja untuk mengcover itu," lanjutnya.
Adapun sasaran penerima bantuan tersebut diberikan kepada warga miskin. "Untuk kecamatan zona merah (8 kecamatan) selain dari CSR perusahaan, kekurangannya diambilkan dari APBD untuk pencegahan Covid-19. Penerimanya non PKH dan non BPNT," tambahnya. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar