KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, memastikan rangkaian agenda penutup dalam Kalender Event 2025 telah disiapkan untuk mengerek arus kunjungan wisatawan ke Kota Keris, khususnya pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Empat kegiatan pamungkas tersebut diyakini memiliki daya tarik besar dan menjadi andalan akhir tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat ratusan kegiatan yang masuk dalam kalender resmi daerah.
“Total ada 110 item kegiatan dalam Kalender Event 2025. Sampai pertengahan Desember ini, hampir semuanya sudah terlaksana,” kata Iksan, Selasa (16/12).
Ia menjelaskan, saat ini masih tersisa empat agenda yang belum digelar dan secara khusus diposisikan sebagai penutup kalender tahunan. Keempatnya dirancang untuk menghadirkan kemeriahan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Sumenep di penghujung tahun.
“Dari 110 kegiatan itu, tinggal empat event yang belum dilaksanakan. Empat inilah yang menjadi event pamungkas akhir tahun,” ujarnya.
Adapun empat agenda penutup yang dimaksud meliputi Turnamen Futsal U-20 se-Madura, Grass Track Championship, syukuran akhir tahun, dan apresiasi sponsorship.
Menurut Iksan, kombinasi kegiatan olahraga, hiburan, dan apresiasi tersebut diyakini mampu menarik perhatian masyarakat luas.
“Empat event ini kami harapkan bisa berjalan semarak dan menjadi magnet kunjungan wisatawan, terlebih momentumnya bertepatan dengan libur panjang Nataru,” tuturnya.
Iksan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam Kalender Event 2025 disusun dengan mengedepankan unsur budaya, kreativitas, serta kearifan lokal Sumenep. Setiap agenda tidak disusun secara sepihak, melainkan melalui proses penjaringan dan kurasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
Selain berfungsi sebagai media promosi pariwisata daerah, kalender event juga dinilai berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Dalam setiap event, UMKM selalu kami libatkan. Ini bukan hanya soal promosi wisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” pungkas Iksan.
Editor : Fatih