KLIKJATIM.Com | Tuban – Viral bahan bakar minyak (BBM) berlabel BOBIBOS di media sosial menuai perhatian publik dan kalangan legislatif. Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menegaskan pentingnya pemerintah bertindak cepat namun tetap berhati-hati dalam menanggapi fenomena tersebut.
Ratna menilai kemunculan inovasi seperti BOBIBOS patut diapresiasi, terutama jika benar dikembangkan oleh anak bangsa dan diklaim lebih ramah lingkungan serta memiliki nilai oktan tinggi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap produk BBM wajib melalui uji laboratorium, uji emisi, dan uji keamanan mesin sebelum memperoleh izin edar resmi.
“Inovasi energi alternatif memang harus kita dukung. Tapi pemerintah wajib memastikan semua tahapan pengujian terpenuhi. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena tergiur produk yang belum terverifikasi secara ilmiah,” ujar Politisi asal Kabupaten Tuban tersebut, Sabtu (8/11/2025).
Politisi dari Fraksi PKB itu meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama lembaga uji seperti Lemigas untuk segera melakukan pengujian komprehensif terhadap bahan bakar tersebut. Hasil uji, kata Ratna, juga perlu dipublikasikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ratna turut menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), guna menilai kelayakan BOBIBOS dari aspek teknologi, keselamatan, dan dampak lingkungan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tidak menggunakan produk BBM yang belum memiliki izin edar, sembari menunggu hasil uji laboratorium.
“Kita tidak boleh anti-inovasi, tapi juga tidak boleh abai terhadap standar keselamatan. Kalau hasil uji nanti membuktikan aman dan efisien, tentu patut kita dukung pengembangannya. Namun sebelum itu, negara harus hadir melindungi konsumen,” tegasnya.
Ratna juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan kerangka regulasi dan standar nasional bagi pengembangan bahan bakar nabati maupun campuran alternatif di masa depan. Langkah ini dinilai penting agar setiap inovasi energi baru dapat diuji dan dinilai secara objektif tanpa menimbulkan kebingungan di publik.
“Temuan seperti BOBIBOS bisa menjadi momentum mempercepat transisi energi nasional, asal pemerintah mampu mengelolanya dengan sains, transparansi, dan tata kelola yang baik,” tutup Ratna.
Editor : Abdul Aziz Qomar