KLIKJATIM.Com | Gresik — Upaya meningkatkan daya saing usaha kecil terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Salah satunya melalui program pendampingan manajemen usaha yang dilakukan tim dari Universitas Negeri Malang terhadap Crown Barbershop, usaha jasa penataan rambut yang berlokasi di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Program ini berfokus pada optimalisasi manajemen usaha yang mencakup empat aspek utama, yakni pemasaran digital, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta perbaikan sistem keuangan.
Hasilnya cukup signifikan. Kini Crown Barbershop telah memiliki legalitas resmi berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), menyediakan layanan pembayaran digital melalui QRIS, serta aktif mempromosikan jasa mereka lewat media sosial TikTok dan Instagram.
Pendampingan tersebut dilakukan selama tiga bulan, sejak September hingga November 2024. Kegiatan ini melibatkan tim akademisi Universitas Negeri Malang, terdiri atas Ahmad Taufiqurrahman Asy’ari, Abdullah As Shoib selaku mahasiswa magister manajemen di bawah naungan dosen pengampu Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus., dan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. Mereka melakukan observasi, wawancara, serta pendampingan langsung terhadap pemilik dan para barber di Crown Barbershop.
Menurut Ahmad Taufiqurrahman Asy’ari, program ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan persaingan industri barbershop yang semakin ketat dan kebutuhan masyarakat akan layanan perawatan serta penataan rambut yang profesional.
“Crown Barbershop sebelumnya menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya promosi digital, belum adanya SOP pelayanan, dan sistem keuangan yang masih manual. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu agar usaha ini bisa lebih efisien, profesional, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim pendamping menerapkan sejumlah strategi inovatif. Di antaranya pembuatan akun resmi TikTok dan Instagram sebagai sarana promosi digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar kualitas potongan rambut tetap konsisten, serta pelatihan teknik potong rambut dan pelayanan prima bagi para barber agar mampu mengikuti tren terbaru.
Selain itu, tim juga membantu penerapan sistem pembukuan digital serta melakukan evaluasi kepuasan pelanggan melalui Google Review sebagai dasar perbaikan layanan berkelanjutan. “Langkah-langkah ini terbukti mampu meningkatkan visibilitas usaha, memperkuat citra profesional, dan meningkatkan kepuasan pelanggan,” tambah Ahmad.
Dengan pendampingan akademik ini, Crown Barbershop kini tumbuh menjadi usaha jasa penataan rambut yang lebih modern, terstruktur, dan adaptif terhadap perkembangan industri kreatif di era digital.
Editor : Abdul Aziz Qomar