KLIKJATIM.Com | Sumenep - Kabupaten Sumenep, Madura, kembali mencatat prestasi penting di bidang pariwisata dan budaya.
Festival Musik Tong-tong, kesenian musik kentongan yang menjadi ciri khas Madura, resmi masuk kembali ke dalam Kalender Event Nasional (KEN) 2026. Ini menandai kali kedua festival tersebut mendapatkan pengakuan nasional.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurut Fauzi, Festival Musik Tong-tong kini menjadi satu-satunya kegiatan budaya dari Pulau Madura yang mampu menembus KEN 2026.
“Empat tahun terakhir, kami secara konsisten menyelenggarakan festival ini. Alhamdulillah, semua kerja keras terbayar dengan pengakuan dari pemerintah pusat,” kata Fauzi, Rabu (29/10).
Fauzi menambahkan, pengakuan ini bukan sekadar status administratif. Festival Musik Tong-tong kini sejajar dengan event budaya besar lain di Jawa Timur, seperti Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi.
“Ini menjadi bukti bahwa budaya Madura memiliki tempat di mata nasional,” tegasnya.
Menurut Fauzi, festival ini lebih dari sekadar hiburan. Musik Tong-tong menjadi identitas budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Sumenep dan Madura secara keseluruhan.
Pemerintah daerah pun berharap pengakuan nasional ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
“Dengan kembali masuknya festival ini ke KEN, promosi pariwisata Sumenep bisa lebih maksimal. Kami ingin menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, dan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal melalui budaya,” pungkas Fauzi.
Keberhasilan Festival Musik Tong-tong menunjukkan bahwa pengembangan budaya lokal yang konsisten mampu menghasilkan dampak signifikan di tingkat nasional, sekaligus menegaskan posisi Sumenep sebagai pusat budaya Madura.
Editor : Fatih