KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Sebuah bisnis yang sukses, tidak bisa datang begitu saja. Perlu perjuangan dan air mata, serta konsistensi, untuk terus bisa berkembang. Tak terkecuali dengan keberadaan Pusat Grosir Sidoarjo, yang kini berdiri kokoh sebagai ikon perdagangan di Jawa Timur.
Bisnis ini terwujud atas inisiatif sang Founder Pusat Grosir Sidoarjo, Lutfi Eko Cahyono. Bersama istri tercinta, Titis Agus Yuliani, Lutfi bahu membahu membangun bisnisnya dari modal belasan juta rupiah, hingga bisa berkembang seperti sekarang. “Kami memulai bisnis ini dari titik nol,” terang Lutfi.
Sebagai pasangan suami istri, mereka percaya bahwa harmoni dalam rumah tangga mampu menumbuhkan kekuatan besar untuk menaklukkan berbagai tantangan.
Mereka memulai bisnis ini dari ruko kecil di kawasan Puri Surya Jaya, di bulan April 2016. Mereka berdagang banyak peralatan rumah tangga, mulai dari televise, kipas angin, peralatan dapur, dan lain-lain. Dengan terus bekerja kerasa dan semangat pantang menyerah, Lutfi bermimpi membangun usaha sendiri.
Ia ingin menghadirkan sebuah pusat grosir yang tidak hanya menjadi sumber rezeki bagi keluarganya, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, modal yang terbatas dan pengalaman yang minim menghadirkan keraguan besar.
“Saat saya ragu, istri selalu menenangkan. Ini membuat saya memiliki semangat untuk terus berjuang,” terang Lutfi.
Dia menuturkan, saat awal, dia memulai usaha ini dengan memanfaatkan garasi rumah yang disulap menjadi ruang usaha sederhana. Hanya bermodal rak kayu bekas dan beberapa karung barang dagangan, mereka mulai menawarkan kebutuhan pokok kepada warga sekitar. Hari-hari awal dipenuhi kekhawatiran: barang dagangan tak kunjung laku, pelanggan masih ragu, dan persaingan bisnis begitu ketat. Setiap kegagalan kecil acapkali membuat Lutfi gelisah dan nyaris putus asa.
“Istri saya selalu menenangkan dan selalu hadir di samping saya. Dia selalu bilang agar tidak menyerah, dan menjalani prosesnya bersama,” tuturnya.
Dari situ, semangatnya tumbuh. Mereka bekerja keras dan kolaborasi. Lutfi fokus pada pengembangan jaringan dagang, berkeliling kampung untuk mencari supplier dan pelanggan baru. Sedangkan Titis, mengambil peran di balik layar, yakni: mengatur pembukuan, menjalin komunikasi dengan pemasok, dan memberikan pelayanan ramah kepada setiap pelanggan yang datang.
Kolaborasi keduanya membentuk fondasi bisnis yang kokoh. Ketika badai masalah datang – mulai dari pasokan barang yang terhambat, harga pasar yang fluktuatif, hingga tantangan keuangan – sang istri tetap menjadi penenang di tengah kekacauan.
Tak jarang, ada yang membuat kecewa dalam bisnis. Rekan bisnis tak tepat janji, dan lain-lain. Tetapi, biasanya Titis, selalu memberikan solusi terbaik. Akhirnya, perlahan tapi pasti, kepercayaan pelanggan dan mitra usaha tumbuh. Nama mereka mulai diperhitungkan sebagai pelaku bisnis yang jujur dan bertanggung jawab. (ris)
Editor : Catur Rini