KLIKJATIM.Com | Sampang – Penyaluran bantuan beras dari Bulog untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah warga mengaku tidak mendapatkan haknya meski namanya tercatat sebagai penerima.
Berdasarkan data lapangan, sekitar 526 warga terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP). Namun, bantuan tersebut diduga tidak tersalurkan secara merata.
Salah satu warga Dusun Banyukapah, Nasidah, mengaku tidak menerima beras tahun ini. Padahal sebelumnya ia selalu mendapatkan bantuan tersebut.
“Di tahun ini saya tidak menerima apa-apa meski ada penyaluran bantuan beras di rumah Pj Kades. Saya juga tidak mendapat undangan atau pemberitahuan dari pihak desa,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Hal senada disampaikan Hosliyah. Ia mengaku tak lagi menerima bantuan sejak adanya pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa.
“Sebelumnya kami selalu dapat, tapi kemarin justru tidak dapat undangan sama sekali,” keluhnya.
Baca juga: Cegah Inflasi, Pemkab Gresik Gelar Pasar MurahWarga berharap pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan adil dan transparan.
“Saya hanya bingung, karena dulu selalu dapat, tapi setelah Pj Kades diganti, malah tidak kebagian,” tambah Nasidah.
Menanggapi hal tersebut, Pj Kades Banyukapah, Ruspandi, membantah adanya dugaan ketidakmerataan penyaluran. Ia menegaskan seluruh bantuan beras periode Juni–Juli telah disalurkan.
“Satu kilo pun saya tidak ambil keuntungan. Itu hak masyarakat, jadi pasti kami salurkan semua,” tandasnya. (qom)
Editor : fadil