KLIKJATIM.COM | Sampang – Menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi IV DPRD Sampang terkait menu makanan pasien yang dinilai belum memenuhi standar gizi, Puskesmas Camplong, Kabupaten Sampang meluncurkan inovasi baru berupa dapur gizi internal.
Kepala Puskesmas Camplong, Siti Hurin Ain, mengungkapkan bahwa pihaknya mengambil banyak pelajaran dari sidak tersebut. Salah satunya adalah memperbaiki kualitas layanan makanan pasien dan menciptakan inovasi bernama "Dadar Jagung".
“Alhamdulillah, ada hikmah dari sidak kemarin. Kami jadi lebih terpacu memperbaiki layanan,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Hurin menjelaskan bahwa sebelumnya pengelolaan makanan pasien diserahkan kepada pihak ketiga (katering). Meski dapur sudah tersedia, belum digunakan secara maksimal.
“Dapurnya sudah ada sejak lama, tapi belum difungsikan. Akhir tahun kemarin kami lengkapi peralatannya, termasuk kulkas. Rencana awal dimulai awal tahun, tapi kami baru dapat juru masak pada April,” jelasnya.
Dengan adanya dapur gizi internal, pihak Puskesmas kini bisa lebih mengawasi kualitas bahan makanan. Semua bahan seperti ayam, ikan, dan sayur dijamin dalam kondisi segar. Menu harian juga disusun langsung oleh ahli gizi, dan juru masak tinggal menyesuaikan.
Baca juga: Hanya Miliki 27 Siswa, SMAN 4 Sampang Bertekad Ukir Prestasi dengan Lima Pilar Inovatif“Proses memasak dilakukan sekali di pagi hari, lalu disajikan untuk makan pagi dan siang. Jadi, terkadang komposisinya berbeda,” terangnya.
Menanggapi menu yang menjadi sorotan saat sidak, Siti menjelaskan bahwa saat itu menu pagi adalah ayam, sedangkan siangnya disajikan dadar jagung.
“Kebetulan ahli gizi kami sedang ada kegiatan di desa, jadi tidak bisa memberi penjelasan langsung. Karena diminta menambah protein hewani, kami langsung tambahkan telur saat itu juga,” imbuhnya.
Saat ini, pengelolaan dapur gizi di Puskesmas Camplong tidak hanya menjamin kualitas makanan pasien, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar dan menghemat anggaran hingga 40 persen.
“Kalau dulu lewat pihak ketiga, bisa habis Rp10 juta lebih per bulan. Sekarang hanya sekitar Rp6–8 juta, tergantung jumlah pasien. Hemat besar, tapi kualitas tetap terjaga,” tegasnya.
Sebagai identitas, dapur gizi tersebut kini diberi nama Dadar Jagung, singkatan dari Dapur Andalan Puskesmas Camplong. Pihak Puskesmas berkomitmen menjaga standar gizi dan terus berinovasi demi pelayanan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, sekarang menu makanan pasien sudah lebih terjaga, dan kandungan gizinya pun terpenuhi,” pungkasnya. (qom)
Editor : fadil