KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik tengah melakukan evaluasi dan penataan ulang terhadap Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kecamatan Sidayu yang selama ini belum berjalan optimal. Langkah ini diambil untuk memastikan UPI dapat beroperasi secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
UPI Sidayu, yang diresmikan pada Maret 2024 sebagai bagian dari program hilirisasi sektor perikanan, masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kelengkapan infrastruktur seperti cold storage. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi produksi serta biaya operasional yang tinggi.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Eko Anindito, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan UPI tersebut.
“Penghentian sementara operasional bukan berarti proyek ditinggalkan. Justru kami sedang menyusun strategi agar UPI Sidayu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Eko.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan, pengelolaan UPI kini dialihkan ke PT Gresik Property. Perusahaan ini ditugaskan untuk menjalin kemitraan strategis dengan calon mitra usaha yang memiliki kapasitas dalam pengelolaan sektor perikanan. Tujuannya adalah memperkuat pasokan bahan baku serta memperluas akses pasar produk olahan ikan.
Baca juga: PLN Operasikan Jalur Transmisi 150 kV Kolonedale–Bungku, Perkuat Keandalan Listrik Sulteng dan Gantikan PLTD“Sekarang kami fokus menyusun Proyeksi Bisnis (Probis) yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan. Dokumen ini akan mencakup analisis kelayakan usaha, potensi ekonomi, dan peran mitra dalam pengelolaan operasional,” tambahnya.
Meski belum beroperasi penuh, fasilitas UPI tetap mendapatkan pemeliharaan rutin. Pemerintah Kabupaten Gresik juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung perawatan fasilitas, termasuk pengecekan peralatan dan infrastruktur lainnya.
“Tim teknis kami terus menjalankan pemeliharaan secara berkala. Namun untuk operasional penuh, dibutuhkan kerja sama dengan pihak yang memiliki kapasitas pendanaan dan teknis, terutama terkait kebutuhan listrik yang cukup besar,” jelas Eko.
Ke depan, Pemkab Gresik berkomitmen untuk membangun sektor perikanan secara lebih terukur dan berbasis pada analisis bisnis, sosial, serta kolaborasi dengan mitra berpengalaman. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi nelayan, pelaku usaha perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.
“Prinsip utama kami adalah memberikan manfaat nyata. UPI Sidayu harus menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdampak langsung pada masyarakat,” tutupnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar