klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus Pencurian di Gudang Gresik: Korban Disekap, Dianiaya, dan Dimintai Tebusan Rp63 Juta

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uais al-Qarni saat menyampaikan kronologi ungkap kasus pencurian dan penyekapan karyawan gudang (Qomar/Klikjatim.com)
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uais al-Qarni saat menyampaikan kronologi ungkap kasus pencurian dan penyekapan karyawan gudang (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kasus pencurian dan penculikan di kawasan pergudangan sembako UD Berkah, Jalan Mayjend Sungkono, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, terungkap dengan fakta baru. Komplotan pelaku tak hanya membobol gudang, tapi juga menculik, menyekap, dan melakukan kekerasan terhadap seorang karyawan.

Kapolres Gresik melalui Kasatreskrim AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengungkapkan bahwa pelaku berjumlah empat orang. Satu pelaku berinisial DI, warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, telah diamankan. Tiga lainnya masih buron.

“Tersangka DI yang kami amankan merupakan residivis kasus serupa, spesialis pembobolan gudang,” ujar Abid dalam keterangan pers, Rabu (16/7/2025).

Insiden terjadi pada Sabtu (12/7/2025) saat para pelaku mencoba membobol gudang. Namun karena aksi mereka diketahui oleh seorang karyawan, pelaku langsung menculik korban berinisial TK, warga Bojonegoro. Korban sempat disekap dan dianiaya, bahkan dimintai tebusan sebesar Rp63 juta.

Baca juga: Bobol Gudang di Gresik dan Culik Karyawan, Komplotan Pencuri Ditangkap di Madura
“Korban mengalami luka memar akibat penyekapan dan kekerasan. Bahkan, pelaku meminta tebusan kepada keluarga korban sebelum akhirnya korban berhasil melarikan diri dalam perjalanan menuju Madura,” jelas Abid.

Pelaku DI ditangkap di rumahnya di Sampang pada Minggu dini hari (13/7/2025), tak lama setelah laporan penculikan diterima.

Menurut Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, para pelaku awalnya berniat mencuri barang di dalam gudang. Namun karena ketahuan, mereka langsung menculik korban.

“Mereka sudah berhasil membobol gudang, tapi belum sempat mengambil barang karena aksi mereka ketahuan. Maka mereka nekat menculik,” ungkapnya.

Diketahui, komplotan ini merupakan spesialis pembobolan gudang dan telah beraksi di lima lokasi, tiga di Gresik dan dua di Surabaya. Namun, ini adalah pertama kalinya aksi mereka disertai penculikan. (qom)

Editor :