KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Setelah kemarin melakukan pemilihan untuk menentukan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, PD Muhammadiyah Bojonegoro memberikan harapan kepada Setyo Wahono dan Nurul Azizah setelah hasil Quick Count keluar.
Dalam hitungan cepat tersebut, pasangan calon nomor urut 02 Setyo Wahono-Nurul Azizah menang tebal atas kompetitornya paslon nomor urut 01 Teguh Haryono-Farida Hidayati di Pilbup Bojonegoro. Hasil ini berdasarkan hitung cepat lembaga survey Populi Center Public Opinion & Policy Research.
Ia merilis, Wahono-Nurul meraup 89,13 persen sedangkan Teguh-Farida hanya 10,87 persen. Data yang telah masuk sudah 100% pada pukul 18.40 WIB pada hari Rabu tanggal 27 November 2024
"Selamat kepada Bapak/Ibu H. Setyo Wahono - Hj. Nurul Azizah atas amanah baru sebagai Bupati Bojonegoro, Semoga di bawah kepemimpinan bapak dan ibu, Kabupaten Bojonegoro semakin maju, sejahtera, dan menjadi daerah yang memberikan inspirasi bagi daerah lain. Kami mendukung penuh setiap langkah dan kebijakan yang membawa kebaikan untuk masyarakat, dan Semoga kepemimpinan bapak dan ibu dapat membawa perubahan positif, keadilan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat. Kami percaya, bapak dan ibu adalah pemimpin yang akan membawa Kabupaten Bojonegoro menuju masa depan yang lebih cerah," kata Sholikin Jamik selaku ketua PD Muhammadiyah yang sekaligus Ketua KBIHU Masyarakat Madani, Kamis (28/11/2024)
Kemudian, Pd Muhammadiyah Bojonegoro memberikan harapan kepada bupati yang terpilih agar mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kepentingan rakyat, dan membawa kemajuan bagi daerah yang dipimpinnya.
Adapun harapan spesifik yang sering disampaikan masyarakat meliputi:
1. Pemkab Bojonegoro tuntaskan warganya wajib belajar 12 tahun. Sehingga seluruh penduduk Bojonegoro tidak ada satupun yang tidak lulus SMA. Pemerintah harus hadir memberi bea siswa.
2. Penguatan Ekonomi Rakyat
Membuka lapangan kerja, mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM), serta memberdayakan potensi lokal seperti pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.
3. Peningkatan Layanan Publik
Memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi yang cepat, transparan, dan berkualitas.
4. Pengelolaan Anggaran yang Transparan
Mengelola keuangan daerah secara jujur, tanpa korupsi, dan memprioritaskan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
5. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Menurunkan angka kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memastikan masyarakat memiliki akses ke kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik.
6. Mendengar Aspirasi Rakyat
Bupati diharapkan lebih sering turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan dan aspirasi rakyat, serta meresponsnya dengan kebijakan yang tepat.
7. Menjaga Kerukunan dan Keamanan
Memastikan daerah tetap aman, nyaman, dan harmonis, tanpa ada konflik antar warga atau gangguan lainnya.
"Semoga bupati yang terpilih dapat memenuhi harapan masyarakat dan membawa perubahan positif selama masa jabatannya," pungkasnya. (gin)
Editor : M Nur Afifullah