klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Imbas Corona, Produksi di Beberapa Sektor Industri Merosot Bahkan Berhenti

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas para pekerja di bagian produksi salah satu pabrik di Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Aktivitas para pekerja di bagian produksi salah satu pabrik di Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dampak mewabahnya virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) semakin terasa bagi kalangan industri. Pasalnya dalam situasi ini telah mempengaruhi tingkat produksi di sejumlah sektor industri.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik menyebutkan, untuk industri yang sudah terjadi penurunan produksi antara lain di sektor industri penyangga dan pengolahan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan sebagian disebutkan sampai berhenti operasi.

Ketua  Apindo Gresik, Tri Andi Suprihartono menuturkan, industri yang sudah berhenti beroperasi salah satunya di sektor pengolahan minyak ke solar dan oli bekas ke minyak solar. Akibatnya, perusahaan-perusahan tersebut terpaksa mengurangi karyawan sejak sepekan lalu.

[irp]

"Artinya, kalau orang lagi membeli solar itu kan harga minyak relatif turun. Kemudian produksi bahan bakar semua industri juga mengurangi, jadi konsumsi itu berkurang pasti. Nah, itu sudah tidak mampu lagi," jelasnya

Sektor tekstil yang seharusnya meningkat, tapi dengan adanya pandemi Covid-19 ini justru berkurang. Yaitu menurun di kisaran 20% sampai 30%.

Adapun di sektor spare part atau aksesoris mobil secara acak mengalami perubahan cukup signifikan. Penurunannya antara 30% sampai 40 % karena ada perubahan shifting.

[irp]

"Jadi one day on, one day off. Pengaturan shifting saja yang berubah.Tapi kalau dilihat lebih jauh lagi, ketika tidak ada lagi kendaraan yang lalu lalang sehingga banyak mobil yang tidak membutuhkan spare part, ya tentu akan mengurangi industri juga. Karena bahan pasokan bahan baku juga mulai mahal dan meningkat dari sisi harga," sambungnya.

Sedangkan di sektor makanan dan minuman belum ada penurunan produksi dan pengurangan karyawan secara signifikan. Hanya di kisaran 5% sampai 10%.

"Meski demikian tapi masih ada beberapa industri yang meningkat seperti farmasi, ecommerce enabler perusahaan yang menyediakan layanan strategi digital A-Z (end-to-end) ke unit bisnis lain yang ingin menjual produknya secara online. Tapi ada yang turun di sektor ekonomi pariwisata dan infortainment," pungkasnya. (nul)

Editor :