klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Di Kabupaten Gresik, Banyak Warga Mampu yang Pakai LPG Subsidi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman (Dok/Pemkab Gresik)
Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman (Dok/Pemkab Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, di Kabupaten Gresik banyak warga mampu yang masih memakai LPG subsidi 3 Kilogram. Hal tersebut disampaikan Washil dalam sosialisasi intensif program subsidi LPG 3 kg dan pertalite di Kantor Bupati Gresik, Rabu 21 Agustus 2024.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi bersama Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Dinas ESDM Jawa Timur dan Pertamina Patra Niaga Jatombalinus.

Achmad Washil dalam sambutanya mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa subsidi energi ini dapat sampai ke pihak-pihak yang membutuhkan. Hal ini merupakan kekhawatirannya mengenai masih maraknya penyalahgunaan dalam penggunaan LPG subsidi 3 Kg.

“Kami menemukan bahwa masih banyak masyarakat yang seharusnya tidak berhak, seperti kelompok yang tergolong mampu masih menggunakan LPG 3 kg (Subsidi). Hal ini juga berlaku untuk penggunaan BBM pertalite,” ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan Perpres 104/2007 dan 38/2019, serta surat edaran Direktorat Jenderal Migas No. B-2361/MG.05/DJM/2022, subsidi LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan, dan petani.

Baca juga: Pengoplos LPG Subsidi Asal Menganti Diungkap Polres Gresik
Namun, masih ada laporan bahwa sektor-sektor seperti hotel, restoran, dan usaha binatu juga menggunakan LPG subsidi tersebut.

Di tempat yang sama Sony Suryono, Sub Koordinator ESDM, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, menegaskan pentingnya pemantauan untuk menindaklanjuti penyalahgunaan ini.

“Kami bersinergi dengan pihak terkait untuk melakukan pemantauan di lapangan agar penggunaan LPG 3 Kg dan BBM pertalite benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap bahwa aparatur sipil negara (ASN) dari OPD dan Kecamatan. Serta para agen LPG, akan lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan subsidi energi yang sesuai dengan ketentuan.

Harapannya upaya ini dapat meningkatkan kepatuhan dan memastikan bahwa subsidi energi benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. (qom)

Editor :