KLIKJATIM.Com | Gresik - Ratusan Milenial Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik berdiskusi bareng sambil curhat dengan Calon Bupati Gresik M. Syahrul Munir di salah satu cafe Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik beberapa hari lalu.
Di forum tersebut, Syahrul memaparkan program-program yang dikemas dalam tema Gresik Mentas, yang merupakan akronim dari Gresik Menuju Tuntas.
Menuju Tuntas itu, jelas Syahrul, misalnya saat ini ada 4000 anak putus sekolah di Kabupaten Gresik menjadi tidak ada lagi yang putus sekolah, alias nol.
"Itu makna tuntas, caranya bagaimana misalnya anggaran APBD belum cukup untuk memberikan sekolah gratis? Ya dengan bareng-bareng, bersama masyarakat, swasta, dan pihak lain untuk mengupayakan tidak ada lagi anak yang putus sekolah," tutur Syahrul.
Isu lain, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gresik yang jumlahnya kira-kira mencapai 12 ribu orang, menjadi nol pada periode kepemimpinan selanjutnya dengan cara intervensi langsung oleh pemerintah daerah, karena kemiskinan ektrem harus dituntaskan dengan bantuan langsung, tidak seperti kemiskinan biasa.
"Dengan komitmen dan kebijakan politik anggaran yang memihak, sesuai skala prioritas itu bisa dilakukan," tuturnya.
Salah seorang peserta, Adi Sutjipto, menyampaikan keresahannya soal pengangguran yang belum terserap industri setempat di Kecamatan Kebomas, padahal di satu sisi, Kebomas merupakan daerah industri, tak sedikit perusahaan yang berdiri dekat dengan desa Giri.
"Banyak juga yang kita dapati perusahaan yang mempekerjakan karyawan daribluar Gresik, itu kan sebuah ironi sementara banyak anak muda di sini yang belum bekerja," kata dia.
Baca juga: Puncak HUT ke 79 RI di Tanggulrejo, Cabup Syahrul Munir Ajak Pemuda Lebih KreatifMenjawab hal tersebut, Syahrul bercerita, dia pernah membuat pilot projects pelatihan kerja bersertifikat BNSP untuk 20 anak muda di Kecamatan Manyar, yang merupakan dapil dia sebagai anggota DPRD Gresik.
Pelatihan kerja tersebut bukan hanya memberikan pelatihan lalu mendapatkan sertifikat dan selesai, melainkan didampingi hingga masuk perusahaan sesuai kompetensinya.
"Saat itu ternyata bisa, pihak Disnaker kami sarankan memberikan rekomendasi kepada beberapa perusahaan agar mempekerjakan 20 orang yang telah dilatih ini, karena sudah memenuhi kompetensi akhirnya bisa bekerja," cerita Syahrul.
Nah, masalah pengangguran di Gresik, melalui Program Gresik Mentas masalah pengangguran bisa ditekan dengan membentuk badan pelatihan dan penyaluran kerja khusus, tidak hanya Balai Latihan Kerja yang hanya melatih.
"Badan ini nanti akan melatih SDM di wilayah masing-masing sesuai dengan keberadaan industri setempat. Misalnya di Giri ada pabrik kayu, ya kita latih angkatan kerja di sini agar punya keahlian dalam bidang perkayuan, lalu kita salurkan ke pabrik tersebut. Pihak perusahaan juga akan senang karena SDM yang masuk sudah punya keahlian," beber Syahrul.
Langkah - langkah kolaboratif dan kebijakan anggaran yang tepat seperti ini yang akan dilakukan Syahrul dalam memimpin Kabupaten Gresik ke depan. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar