klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pembangunan Baru Mencapai 0,4 Persen, Komisi I DPRD Tuban Panggil Direksi RSUD dr. Koesma

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Hearing Komisi I DPRD Gresik dengan Direksi RSUD dr. Koesma Tuban (Kholis/Klikjatim.com)
Hearing Komisi I DPRD Gresik dengan Direksi RSUD dr. Koesma Tuban (Kholis/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tuban – Komisi I DPRD Kabupaten Tuban kembali mengundang Direksi RSUD dr. Koesma Tuban untuk menanyakan perkembangan pembangunan gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Koesma Tuban.

Tak hanya direksi, namun juga rekanan, hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) juga dihadirkan dalam rapat yang digelar di ruang rapat Komisi I pada Senin 5 Agustus 2024 kemarin.

Pimpinan rapat, sekaligus ketua Komisi I Fahmi Fikroni menjelaskan, koordinasi dengan semua pihak menjadi penting, agar pengerjaan bisa selesai sesuai jadwal. Walaupun progres pembangunan baru mencapai 0,4 persen, namun kata Fahmi, hal tersebut sudah ideal dengan kondisi saat ini.

“Kita sudah mendengar pernyataan dari kontraktor. Pengerjaan molor karena tanah yang berbatu. Jadi mereka kesulitan,” ungkap Fahmi.

Lebih lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, jika pengerjaan pembangunan IPIT RSUD dr. R Koesma Tuban ditargetkan 180 hari kalender. Dengan hal tersebut pihaknya akan melakukan sidak dalam kurun waktu seminggu kedepan, untuk memonitor progres pengerjaan.

“Kita kawal bersama, agar apa yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik dan sesuai target,” imbuhnya.

Baca juga: PC PMII Tuban Kritik 43 Anggota DPRD Tuban yang Absen dalam Pembahasan KUA-PPAS APBD 2025
Senada dengan Roni, M. Kaffi Makki atau Gus Kaffi juga menyatakan hal senada. Menurutnya, pengerjaan IPIT adalah proyek strategis Pemkab. Pembangunan IPIT juga telah ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Tuban. Untuk itu, dibutuhkan koordinasi yang intensif dengan semua pihak.

“Jadi, kalau ada koordinasi, tidak akan ada rekanan yang pengerjaannya asal-asalan,” ujarnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr. R Koesma Tuban Masyhudi mengatakan, pengerjaan gedung IPIT yang bernilai Rp54 Miliar ini telah ditenderkan sejak April lalu. Namun, persoalan lahan menjadi salah satu kendala yang mengakibatkan pengerjaan sempat tertunda.

Ia menegaskan, IPIT merupakan proyek strategis daerah untuk mendukung pembangunan di bidang kesehatan. Untuk itu, pelaksanaan dan kualitas bangunan harus dikerjakan dengan baik.

“Kami harap, pembangunan IPIT ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tuban,” pungkasnya. (qom)

Editor :