klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kali Lamong Berstatus Merah, Hampir Seribu Rumah di Gresik Direndam Banjir

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing saat banjir melanda wilayah Kecamatan Cerme, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing saat banjir melanda wilayah Kecamatan Cerme, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Intensitas hujan dalam beberapa hari ini membuat air sungai Kali Lamong meluap. Hingga kini statusnya pun merah. Artinya, kondisi debit air juga masih tinggi.

Luapan air yang meluber tersebut mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kabupaten Gresik. Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, total permukiman warga yang terendam sebanyak 955 rumah di Kecamatan Cerme sejak Jumat (10/4/2020) malam. 350 rumah di antaranya berada di Desa Dungus.

Pantauan di lapangan, kondisi di Desa Dungus, Kecamatan Cerme cukup parah. Ketinggian air hampir mencapai 1 meter.

[irp]

Aktivitas warga lumpuh. Sebagian besar mereka memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Sesekali tampak warga sedang memancing di tengah banjir yang sedang melanda, karena desa setempat dikelilingi banyak tambak.

"Ya begini saja, mau masak tidak bisa. Mau keluar banjirnya di gang ada yang sepaha,” kata Sri Handayani, yang duduk di teras rumah sambil memancing.

Dengan ditemani dua putrinya, dia berharap banjir ini segera surut. Sehingga bisa aktivitas bisa normal. “Di rumah saja, mau mengungsi kemana? Sudah biasa banjir disini,” tuturnya.

[irp]

Warga lain, Tarmidzi (38) pun mengaku, bahwa kondisi banjir ini kerap dirasakan. Akibat genangan air yang begitu tinggi membuatnya terpaksa berjalan kaki, kurang lebih 100 meter dari balai desa menuju rumah.

Sebab motor matic miliknya tidak mampu menerjang banjir, sehingga harus diparkir di balai desa setempat. “Terpaksa jalan, motor dinaiki mogok nanti di jalan,” terang pedagang pentol keliling tersebut.

Banjir yang cukup parah juga terjadi di Desa Guranganyar. Di kawasan perumahan ini memang sering menjadi langganan banjir. Bahkan ketinggian air di Prisma Land hingga 130 sentimeter. Akibatnya 270 rumah terendam.

[irp]

Camat Cerme, Suyono mengungkapkan, total desa yang banjir sebanyak 17 desa di wilayahnya. Selain rumah warga, banjir juga menggenangi area persawahan dan jalan poros desa.

“Karena memang curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir di Kecamatan Cerme dan luapan air dari Kali Lamong,” imbuhnya.

Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Tarso Sagito membenarkan, bahwa kondisi sungai Kali Lamong hingga siang tadi masih berstatus merah. “Jalan Raya Morowudi juga masih terendam hari ini. Kami sudah koordinasi dengan Muspika dan masing-masing kepala desa terdampak,” tandasnya. (nul)

Editor :