KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sucipto (60) seorang kakek warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia di irigasi depan rumahnya. Diketahui, korban setiap pagi melakukan aktivitas duduk di depan rumahnya sambil menunggu matahari terbit untuk berjemur.
Namun sebelum matahari muncul, korban jatuh di irigasi hingga meninggal dunia. Diduga kakek tersebut memiliki riwayat sakit hipertensi dan komplikasi hingga tercebur.
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/5/2024) pagi di depan rumahnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Dander, Iptu Warsito. "Benar ada salah satu warga yang meninggal di irigasi depan rumahnya," ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat itu sekira pukul 04.30 WIB, seorang saksi menemukan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran irigasi sebelah rumahnya, dengan posisi tengkurap. Namun, setelah diamati, mayat itu merupakan Sucipto.
“Kemudian, usai mengetahui hal tersebut, saksi yang mengetahui itu, langsung memanggil keluarga korban,” ungkap Iptu Warsito.
Iptu Warsito menjelaskan, menurut keterangan keluarga, setiap hari Sucipto melakukan rutinitas mandi dan berjemur di irigasi depan rumahnya. Lebih lanjut, korban memiliki riwayat sakit hipertensi dan komplikasi.
“Diduga, korban sudah meninggal dunia dan hanyut hingga 10 meter dari tempat awal korban mandi,” beber Polisi berpangkat dua balok emas itu.
Kemudian, saksi juga melaporkan hal tersebut ke petugas medis dan petugas kepolisian, namun pihak keluarga menolak jika korban dilakukan autopsi, dan hanya dilakukan visum luar oleh petugas medis. Sehingga, korban langsung dimakamkan.
“Korban diyakini meninggal karena sakit yang diderita, dan tidak ditemukan tanda penganiayaan di tubuh korban,” pungkasnya. (gin)
Editor : M Nur Afifullah