KLIKJATIM.Com | Gresik - Indeks pendidikan Kabupaten Gresik tahun 2023 lebih baik dari tahun lalu. Hal terlihat dalam forum yang digelar Bappeda, Dinas Pendidikan dan beberapa pihak terkait membedah Indeks pendidikan tahun 2023. Tercatat Indeks pendidikan tahun ini mencapai 80,98 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 78,90 persen.
Sekdin Dinas Pendidikan Pemkab Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, komponen enam dimensi yang diukur dalam penyusunan dan penilaian indeks pendidikan meliputi infrastruktur, subsequent achievement, achievement outcomes, sosial pedagogy competency, human resource (kualitas guru) dan terakhir state partially (keterlibatan pemerintah).
"Nah dari komponen indek itu, infrastruktur dan kualitas guru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hingga kini, infrastruktur masih menempati posisi paling buncit," kata Herawan.
Herawan menjelaskan lebih detail komponen 6 variabel tersebut, pertama achievement outcomes, dimensi ini mengukur capaian pembelajaran siswa. Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 86,55 menjadi 88,05 di tahun 2023.
Kemudian, dimensi kedua yakni subsequent achievement. Dimensi ini mengukur capaian keberlanjutan. Mulai lama sekolah, standar kelulusan hingga standar penilaian pembelajaran.
"Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 78,88 menjadi 81,49 di tahun 2023," terang Herawan.
Baca juga: Dirjen Dikti Ristek Ungkap Persoalan Dasar Pendidikan TinggiSelanjutnya untuk dimensi ketiga yakni sosial pedagogy competency. Dimensi ini mengukur kualitas dan kecakapan pengajaran oleh tenaga pendidik. Skornya naik dari tahun 2022 sebesar 78,41 menjadi 79,34 pada tahun 2023.
Dimensi keempat yakni, yakni state partially. Dimensi ini mengukur keberpihakan negara dalam pembiayaan dan menentukan regulasi. Dimensi ini mengukur anggaran pendidikan yang disiapkan APBD hingga kepuasan layanan pendidikan.
"Skornya juga naik dari tahun 2022 sebesar 86,18 menjadi 86,32 pada tahun 2023," kata Herawan.
Dimensi kelima yakni, human resource. Dimensi ini mengukur kualitas pengajar dan kesetaraan gender. Pada dimensi ini skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 73,39 naik menjadi 75,57 ditahun 2023.
Serta dimensi keenam yakni, infrastruktur. Dimensi ini mengukur kualitas infrastruktur layanan pendidikan. Skornya mengalami kenaikan dari 70,1 ditahun 2022 menjadi 75,10 di tahun 2023. Ia menambahkan, untuk dimensi kelima dan keenam meskipun skornya naik namun masih memerlukan perhatian khusus.
"Sebab dua dimensi ini memiliki peran yang sangat vital di dunia pendidikan," terangnya.
Untuk persoalan infrastrktur, pihaknya terus berupaya menyelesaikan perbaikan sekolah rusak yang hampir merata.
"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan anggaran dari pusat untuk perbaikan sekolah," pungkas Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Gresik Herawan Eka Kusuma. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar