KLIKJATIM.Com | Gresik - penguasaan bahasa asing saat ini menjadi salah satu prioritas lembaga pendidikan, salah satu faktornya yakni perkembangan ekonomi dunia yang terkoneksi antara satu negara dengan negara lain.
PT Smelting, sebagai bagian dari Mitsubishi Materials Corporation, sebuah perusahaan global (multinasional) menaruh perhatian kepada dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gresik untuk turut berkontribusi kepada pembangunan manusia.
Salah satu program yang dijalankan PT Smelting yang berbasis di Gresik tersebut, yaitu pengenalan bahasa asing, khususnya Bahasa Jepang.
Kali ini, digelar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Futuhatul Ulum, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat 8 Maret 2024.
Puluhan pelajar MI (setingkat SD) tersebut belajar bahasa jepang pemula, seperti percakapan sehari-hari, menulis huruf hiragana, menulis dan melafalkan angka dalam bahasa Jepang dan sebagainya.
Dimentori oleh Sensei (Guru) Diah Fauziah dari MA Ma'arif Bangil, para siswa tampak antusias belajar, rasa ingin tahunya tinggi.
Abdi Fatir, salah satu siswa kelas enam yang ikut sempat nyeletuk ingat Kyubi, rubah ekor sembilan di anime Naruto, saat Sensei menerangkan angka sembilan.
Baca juga: Freeport Indonesia dan PLN Teken Perjanjian Jual Beli Sertifikat Energi TerbarukanSang Sensei pun membenarkan, bila Kyubi adalah gabungan dari dua kata yang bermakna sembilan ekor.
Kepala Sekolah MI Futuhatul Ulum, Agus Mardani menyatakan, pengenalan bahasa Jepang merupakan hal baru bagi para siswa, dia menekankan perlunya mengenalkan bahasa asing sejak dini kepada anak-anak.
"Di sini (Gresik) saat ini penguasaan bahasa asing sangat dibutuhkan, banyak perusahaan dari luar negeri, dari Jepang, Tiongkok, dan lainnya di Gresik ini, perlu dipupuk kecintaan anak-anak kepada Bahasa," tutur Mardani.
Dia mengapresiasi langkah PT Smelting yang mengenalkan bahasa Jepang kepada para siswa MI Futuhatul Ulum.
"Paling tidak anak-anak setelah ini timbul ketertarikan, bahwa bahasa asing menarik dan menyenangkan dipelajari," katanya.
Sapto Hadi Prayetno, Senior Manager General Affairs PT Smelting menyebut, bahasa merupakan pintu pengenalan budaya, yang dapat membuka wawasan dan mendorong sikap saling menghargai antar bangsa.
"Termasuk mengenal budaya, sikap, dan tradisi Bangsa lain, bahwa banyak teladan dan sikap yang patut kita tiru," katanya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar