KLIKJATIM.com l Trenggalek – Warga terdampak coronavirus disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Trenggalek akan mulai mendapatkan suntikan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Untuk penyalurannya, pemberian bantuan dalam bentuk top up saldo senilai Rp 200 ribu dan beras ini dideadline harus terdistribusi dalam waktu satu pekan.
Bupati Trenggalek, Muhamad Nur Arifin menegaskan, program bantuan melalui Kartu Penyangga Ekonomi (KPE) ini harus disalurkan terhitung dari sekarang hingga tujuh hari ke depan. Dan, gugus tugas bidang sosial ekonomi pun diminta agar mendampingi warganya yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) untuk bisa mendapatkan akun ojek online (ojol).
[irp]
"Setelah pendampingan kepada ODP selesai, maka dananya akan di-top up," ujar Arifin, di sela-sela launching distribusi bantuan KPE secara simbolis, Senin (6/4/2020).
Dijelaskan, jumlah total ODP Trenggalek sampai saat ini tercatat 543 orang. Tapi yang masih menjalani karantina sebanyak 383 orang.
Nantinya dari data ini akan diklasifikai untuk ODP dengan masa karantina kurang satu minggu dan lebih dari satu minggu. "Kita harus proposional, yang lebih dari 1 minggu kita beri full (penuh) Rp 200 ribu. Sedangkan yang kurang dari 1 minggu diberi separuh," ungkapnya.
Saat ini tim gugus tugas juga sudah bekerja. Mereka mulai mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
[irp]
Dalam pelaksanaan progam ini pihaknya menggandeng mitra ojol lokal, yaitu ‘Bloojek dan Pasukan Pink’. Bupati Trenggalek juga menekankan kepada semua elemen agar menerapkan protokol kesehatan mulai dari menghindari kerumunan dan disiplin untuk menjalankan physical distancing.
"Saya berharap ojek online dan pasukan pink bisa mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak dengan baik," pungkasnya. (gus/nul)
Editor : Redaksi