Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Pudji Ningrum mengatakan, sejauh ini pada awal tahun ada 27 kasus DBD dan dari seluruh kasus DBD yang terjadi tidak ada satupun yang mengakibatkan meninggal dunia Artinya CFR atau Case Fatalit Ratenya nol.
"Landai tidak ada kasus meninggal dunia, perlu diketahui DBD itu ada dua. Yaitu dengue dan demam berdarah," ungkap dr. Ani sapaan karibnya.
Ia menjelaskan, demam dengue merupakan demam akibat infeksi virus dengue. Kondisi ini sering disamakan dengan demam berdarah dengue. Padahal keduanya berbeda, terutama dari tingkat keparahan gejala dan penanganan yang akan dilakukan.
Demam dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari tanpa gejala. Hingga demam tinggi, sakit kepala, tidak enak badan, mual atau muncul ruam. Sementara itu, demam berdarah dengue adalah demam dengue tingkat lanjut.
"Perbedaan demam dengue dan demam berdarah dengue, pertama harus diketahui dulu bahwa demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue. Masa inkubasi atau timbulnya gejala setelah gigitan nyamuk kedua penyakit ini juga sama-sama 4–10 hari, gejalanya pun bisa berlangsung selama 2–7 hari," ujarnya.
Meski memiliki sejumlah kesamaan, demam dengue dengan demam berdarah dengue tidak sepenuhnya sama. Perbedaannya bisa dilihat dari gejala, tingkat keparahan hingga penanganan yang harus dilakukan.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat memperkuat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 Jumantik (juru pemantau jentik). Termasuk menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air.
Lalu mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, yang membawa virus DBD pada manusia.
Kemudian, juga perlu mewaspadai apabila ada gejala panas terus menerus lebih dari dua hari, warga diminta segera cek laboratorium. Jangan menunggu penderita lemas, fase kritis terjadi di hari ke-4 yaitu mulai panas, lalu panasnya turun.
"Tetapi justru itulah fase kritis, jika ada gejala panas untuk segera periksa ke dokter, fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas," pungkasnya. (ris)
Editor : M Nur Afifullah
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Amankan Bahan Baku Pupuk NPK Nasional
KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat b…
TPS Tambah Ruang Terbuka Hijau hingga 3,09 Hektare, Perkuat Komitmen Pelabuhan Berkelanjutan
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus menegaskan komitmennya terhadap p…
Program Apresiasi “Untukmu Konsumen Honda” Kembali Digelar di Madiun, Hadiah Utama Scoopy Menanti
KLIKJATIM.Com | Madiun – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), selaku distributor sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, k…
BNI Pamekasan Sebut Pra-Skrining Bertabrakan dengan Appraisal
Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pamekasan, Madura, menanggapi status pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …
Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Insiden maut terjadi di jalur perlintasan kereta api Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (15/1/2026) p…
Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
KLIKJATIM.Com | Sampang – Kewaspadaan warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, berhasil menggagalkan aksi penipuan transaksi jual beli d…