KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Ada yang unik di kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro, dimana terdapat patung Polisi berbentuk Hoegeng dijadikan monumen. Namun patung tersebut terbuat dari knalpot yang di Satlantas setempat.
Kasat Lantas Satlantas Polres Bojonegoro melalui KBO Satlantas, IPTU Luluk Setion oho mengatakan, Satlantas membuat patung polisi Hoegeng Iman Santoso ini guna memberikan tauladan kepada para anggota polisi yang masih bertugas.
Dimana agar menjadi inspirasi bahwa Hoegeng Iman Santoso merupakan sosok yang dikenal masyarakat dan media sebagai polisi paling berani dan jujur.
"Ya, kita membuat agar menjadi inspirasi kita bersama," ujar KBO Satlantas, IPTU Luluk Setiono Selasa 2 Januari 2024.
Menurutnya, proses pengerjaan patung Hoegeng Iman Santoso kurang lebih selama 2 bulan dengan mengunakan kurang lebih 700 knalpot serta ketinggian 8 meter.
"Ya pengerjaan 2 bulan, dengan mengunakan 700 knalpot dengan tinggi 8 meter," kata IPTU Luluk Setiono.
Baca juga: Pj Bupati Bojonegoro Mengakui Harga Sejumlah Bahan Pangan Pokok NaikPerlu diketahui, dari Wikipedia, Hoegeng Iman Santoso (14 Oktober 1921 – 14 Juli 2004) adalah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5. Hoegeng terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur di Indonesia oleh media dan masyarakat.
Hoegeng hidup pada era di mana banyak pejabat pemerintah yang korup. Gus Dur, mantan presiden Indonesia pernah memuji kejujuran Hoegeng, beliau mengatakan bahwa “hanya ada 3 polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng”.
Hoegeng adalah salah satu orang tersingkat yang mengepalai badan kepolisian nasional Indonesia dari tahun 1968–1971. Hoegeng juga merupakan salah satu penandatangan Petisi 50.
Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Bhayangkara di Mamuju, Sulawesi Barat dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso dan namanya juga diabadikan sebagai nama stadion sepak bola di Kota Pekalongan dengan nama Stadion Jenderal Hoegeng. (qom)
Editor : M Nur Afifullah