KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro menghimbau agar masyarakat tetap tenang atas munculnya kasus virus Chikungunya yang terjadi beberapa hari lalu.
Dinkes mengajak jika terjadi adanya chikungunya bisa mengobati sendiri seperti halnya sakit flu pada umumnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Bojonegoro, Ani Pujiningrum menjelaskan, jika virus Chikungunya itu bukan suatu penyakit yang membahayakan atau bahkan dianggap dapat mengancam nyawa penderitanya.
Menurutnya, virus Chikungunya itu sama dengan virus-virus lain seperti flu, dimana orang yang terjangkit akan merasa nyeri atau ngilu pada bagian tubuh.
"Konsepnya (Chikungunya) sama dengan penyakit flu, cuma kalau Chikungunya lebih kuat rasa nyerinya di bagian tulang, terutama persendian," tutur Ani.
Baca juga: Penderita DBD Tertinggi Jatim di Bojonegoro, Angka Kematian Terbanyak di PamekasanMasyarakat diimbau agar tidak merasa takut secara berlebihan terhadap virus Chikungunya. Jikalau ada yang terjangkit, cara menanganinya seperti mengobati sakit flu.
"Jadi gak ada obat khusus, cukup dengan mengkonsumsi obat nyeri, vitamin dan makanan yang sifatnya dapat meningkatkan imunitas tubuh," pesanannya.
Dikatakan, setelah menyerang pada beberapa hari lalu di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu kini sudah tidak ada lagi.
"Virus itu tidak ada lagi, kemarin setelah adanya kabar ada chikungunya, pihak kami langsung melakukan pengecekan dan melakukan penanganan serta treking di area sekitar," pungkasnya.
Perlu diketahui, sebelumnya ada 6 warga Desa Sukosewu-Bojonegoro yang tersebar di RT 15, 16, 17, dan RT 18 yang terjangkit virus Chikungunya pada Sabtu 16 Desember kemarin.
Kemudian, petugas turun ke lapangan degan melakukan fogging (pengasapan) pada area yang dilaporkan terjangkit virus Chikungunya agar tidak melebar atau menjangkiti wilayah lain. (qom)
Editor : M Nur Afifullah