klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Potensi Defisit APBD Gresik Makin Besar Bila Pemasukan Sewa Lahan Reklamasi Tak Dibayar Tahun Ini

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Moh Syafi' AM (kanan) bersama anggota dewan yang lain saat rapat Banggar dan Tim Anggaran (Dok/DPRD Gresik)
Moh Syafi' AM (kanan) bersama anggota dewan yang lain saat rapat Banggar dan Tim Anggaran (Dok/DPRD Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Badan Anggaran atau Banggar DPRD Kabupaten Gresik bersama Tim Anggaran Pemkab kembali bertemu untuk membahas mitigasi defisit Fiskal daerah, kemarin, 18 Desember 2023.

Dalam pertemuan tersebut terungkap, hingga 15 Desember 2023, pendapatan Pemkab Gresik masih di angka Rp3,116 triliun, atau 80,04 persen dari target Rp3,873 triliun.

Anggota Banggar DPRD Gresik Moh Syafi' Am menyampaikan, belum ada progres siginifikan dari pendapatan yang dilaporkan.

Dia pun mengusulkan dua skema, yakni skema masuknya retribusi sewa lahan reklamasi dari Petrokimia Gresik dan Maspion masing-masing Rp140 miliar dan Rp44 miliar.

Bila dua-duanya tak tertagih tahun ini, lanjut Syafi' maka tanggungan pembiayaan yang tidak terbayar akan bengkak ratusan miliar.

"Skema kedua, kalau nggak masuk yang dari Petro dan Maspion maka hanya akan ada tambahan Rp70 miliar hingga akhir tahun dari pendapatan pajak dan retribusi," kata Syafi'.

Baca juga: BPPKAD Tagih Hasil Review Perjanjian Sewa Pemanfaatan Lahan Reklamasi dengan Petrokimia Gresik ke BPKP
Dibeberkan, di 2024 Pemkab Gresik hanya menganggarkan Rp113 miliar untuk membayar tanggungan di tahun 2023. Padahal, Syafi' merincikan, ada Rp128 miliar untuk Bantuan Keuangan (BK) yang belum terbayarkan, kemudian Rp179 miliar hibah ke sekolah dan BOSDA yang belum terbayarkan, Bansos Rp5 miliar, tagihan OPD Rp349 miliar.

"Kalau yang dari Petrokimia dan Maspion tidak masuk tahun ini jelas kurang banyak, APBD 2024 akan digeser lagi," beber Syafi'.

Sementara itu, Anggota Banggar yang lain M Syahrul Munir menyampaikan, pendapatan asli daerah Pemkab Gresik dari Pajak dan Retribusi diperkirakan akan ada penurunan Rp50 miliar bila tidak memperhitungkan potensi pemasukan dari Petrokimia dan Maspion.

"Dari sumber reguler akan ada penurunan segitu, bila dibandingkan dari tahun 2022," ujar ketua Fraksi PKB tersebut. (qom)

Editor :