KLIKJATIM.Com I Padang - Erni Aqilah Abyan warga Padang Sidempuan, Sumatera Utara, merupakan salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia.
Korban sempat mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit Padang Sidempuan yang merawatnya. Seperti saat meminta air minum, perawat baru melayaninya setelah dua jam.Korban merekam curhatannya dalam bentuk video berdurasi 1 menit 41 detik.
Korban yang tengah hamil 6 bulan ini merintih kesakitan dan mengalami sesak nafas. Pada Jumat (3/4/) malam, Erni dinyatakan telah berpulang setelah dirujuk ke RSUP Adam Malik.
Curahan hati Erni disampaikan melalui akun media sosial miliknya hingga menjadi viral.
"Dada saya udh sesak, manggil2 perawat saja mw mintA minum 2jam Bru dtg, disuruh makan, tapi nasi nya saja msh layak di blg beras mentah, apa itu yg pantas di makan oleh seorang pasien????," tulis Erni dalam kolom komentar videonya.
Erni di video itu, mengaku sesak lantaran hingga dua jam minta air minum tak kunjung datang. "Ini ruangan RS Kota Padang Sidempuan. Sesak ya Allah. Minta minum saja dua jam baru datang ya Allah. Tuhanku. Sesak ya Allah. Tolong Bang," ujarnya lirih.
“Ini gimana orang mau makan, nasinya keras. Orang yang sehat aja gak bisa makan ini. Apalagi saya yang lagi sakit,” ucapnya terdengar lemah.
Erni khawatir akan kesehatan bayi yang dikandungnya. Bahkan ia sampai meminta kepada wali kota untuk mendapat rujukan rumah sakit yang lebih layak.
“Untuk bapak walikota Padang Sidempuan tercinta, BPK Irsan tolong lah pak kasi kan kesempatan saya di rujuk ke Medan di rumah sakit yg lebih layak lagi, dr pada rumah sakit umum kota padang Sidempuan ini, kasian kandungan saya, fasilitas dsini juga krg memadai, klo saya tahankan lama2 dsini yg ada saya cepat2 mati konyol,” ujarnya.
Tim dokter di RS Adam Malik mengatakan, Erni Iqbal Abyan berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dengan demikian proses penanganan jenazahnya harus dilaksanakan sesuai prosedur pemakaman pasien yang terinveksi Covid-19. (red/rtn)
Editor : Redaksi